Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Bandara Internasional Lombok (lombok-airport.co.id)
Dream - Gempabumi berkekuatan 5,7 skala richter pada kedalaman 18 kilometer barat daya Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB) diduga memicu aktivitas di kawah Gunung Rinjani.
Gunung Rinjani dengan puncak Barujari meletus pada pukul 11.50 WITA, Senin, 1 Agustus 2016. Guncangan gempabumi tersebut dirasakan masyarakat di Desa Sembalun di sekitar lereng Gunung Rinjani dengan intensitas 3 modified mercali intensity (MMI).
" Guncangan gempa menyebabkan tekanan dari dalam perut Gunung Rinjani sehingga menimbulkan letusan," ujar Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Sutopo Purwo Nugroho dalam keterangan tertulis yang diterima Dream, Senin, 1 Agustus 2016.
Berdasarkan laporan dari Pos Pengamatan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Gunung Rinjani, secara visual letusan tidak terdeteksi karena tertutup kabut.
Tetapi, berdasarkan pantauan satelit Himawari dari Badan Metereologi, Klimatologi dan Geofisika pada pukul 11.50 WIB terdeteksi distribusi awan ke selatan. Adapun pada pukul 13.00 WIB hingga 15.00 WIB, abu vulkanik menyebar ke Tenggara-Barat Laut di Lombok bagian selatan.
Adanya sebaran abu vulkanik yang masuk hingga Bandara Internasional Lombok menyebabkan otoritas dan Kementerian Perhubungan menutup sementara operasional bandara. Penutupan terhitung sejak Senin, 1 Agustus 2016 pukul 16.55 WITA hingga Selasa, 2 Agustus 2016 pukul 10.00 WITA.
Penutupan dibuat atas dasar pertimbangan keselamatan penerbangan. Sebab, pilot tidak dapat secara visual mendeteksi volcano actually activity (VA) setelah periode matahari terbenam.
Pertimbangan lainnya penutupan adalah adanya material abu vulkanik dapat menganggu mesin pesawat terbang.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya