Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Sekretaris Kabinet Pramono Anung (setkab.go.id)
Dream - Pemerintah Joko Widodo menolak permintaan Turki untuk menutup sembilan sekolah yang dituduh terkait organisasi ulama Fethullah Gulen. Penolakan ini dilatarbelakangi persoalan kedaulatan.
Sekretaris Kabinet Pramono Anung mengatakan Indonesia merupakan negara demokratis dan berdaulat. Negara lain tidak dapat mencampuri urusan dalam negeri Indonesia, termasuk terkait dengan keberadaan sembilan sekolah yang dimaksud.
" Maka dengan demikian, urusan dalam negeri Indonesia menjadi tanggung jawab Indonesia, termasuk yan secara resmi diatur dalam Undang-undang (UU) telah mendapatkan persetujuan oleh pemerintah di Indonesia, tentunya peraturan perundangan Indonesia lah yang digunakan. Karena kedaulatan itu menjadi penting bagi Indonesia," kata Pramono, dikutip dari laman setkab.go.id, Senin, 1 Agustus 2016.
Pernyataan ini disampaikan Pramono menanggapi rilis yang dikeluarkan oleh Kedutaan Besar Turki untuk Indonesia di Jakarta. Dalam rilis tersebut tercantum sembilan nama sekolah yang dituding memiliki keterlibatan dengan organisasi bentukan Gulen.
Mereka berharap Indonesia berkenan memenuhi permintaan itu. Dalam rilis itu, mereka menyatakan beberapa negara telah menutup sekolah yang dicurigai terlibat gerakan pimpinan Gulen, salah satunya adalah Yordania.
Pemerintah Turki memantau terus pengaruh Gulen di beberapa negara, juga di Indonesia. Puncaknya adalah permintaan penutupan sembilan sekolah tersebut, yang pernah menjalin kerjasama dengan Pacific Nations Social and Economic Development Association (PASİAD), lembaga nirlaba asal Turki.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya