Cerita Sebenarnya Arief Rachman Diberhentikan Labschool

Reporter : Muhammad Ilman Nafi'an
Jumat, 29 Juli 2016 10:43
Cerita Sebenarnya Arief Rachman Diberhentikan Labschool
Rektor UNJ Prof Djaali mengatakan Arief diberhentikan karena struktur organisasi Labschool yang baru menghapus jabatan penasehat.

Dream - Pakar Pendidikan Profesor Arief Rachman diberhentikan dari jabatannya sebagai Penasehat Badan Pengelola Sekolah (BPS) Labschool. Pemberhentian ini mengundang polemik lantaran tidak ada keterangan resmi yang disampaikan kepada Arief.

Menanggapi hal ini, Rektor Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Profesor Djaali mengatakan tidak ada pemecatan terhadap Arief. Tetapi, Arief diberhentikan karena menurut aturan, struktur BPS Labschool sekarang sudah menghapus jabatan penasehat.

" Tidak ada pemecatan, jadi ini strukturnya sudah beda, penasehat tidak ada," kata Djaali di Gedung Rektorat UNJ, Jakarta, Kamis, 28 Juli 2016.

Djaali berujar permasalahan ini terjadi karena adanya kekeliruan yang bermula dari pengelolaan Labschool. Kekeliruan ini terjadi sejak 2011 yang mengubah status labschool yang semula di bawah UNJ menjadi lembaga swasta.

Djaali menjelaskan, pemberhentian ini sebetulnya bermula...

 

1 dari 2 halaman

Kronologis Permasalahan

Dalam penjelasannya, rektor UNJ menjelaskan akta notaris Yayasan Pembina UNJ terbit pertama kali pada Maret 2011. Dalam akta tersebut tercantum perubahan dari sebelumnya Labschool di bawah pengelolaan UNJ dengan Rektor selaku Ketua Dewan Eksekutif menjadi milik perseorangan.

" Ada akta notaris yang mengubah yang tadinya milik UNJ, diubah menjadi milik pribadi-pribadi," ujar Djaali.

Kemudian di akhir 2013, akta tersebut menjadi temuan Badan Pengawas Keuangan (BPK). BPK menyatakan tidak boleh terjadi perubahan status dari milik UNJ menjadi swasta.

" Maka kemudian kan BPK lapor Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, dan rektor dipanggil," ucap Djaali.

Hasil dari pemanggilan tersebut, UNJ diminta untuk menarik kembali yayasan yang sudah menjadi swasta tersebut. Kemudian dilakukanlah pergantian akta notaris baru atas persetujuan pemilik yayasan itu.

" Intinya adalah yayasan pembina UNJ sudah menjadi milik UNJ, maka dari itu Ketua Dewan Pembinanya Rektor, Ketua Dewan Pengurusnya ditunjuk oleh rektor," kata Djaali.

Setelah diproses melalui Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkum HAM), maka didapatlah akta notaris baru pada awal 2015. Setelah itu terjadi kesepakatan antara Dirjen Dikti, Inspektorat Jenderal Pendidikan dan UNJ tentang aturan organisasi bersama yayasan swasta, karena pemilik swasta ini orang UNJ juga.

Hasil kesepakatan itu terjadi masa transisi selama satu tahun pada 2015. Maka Rektor pada waktu itu kepala BPS, masa transisi pada 24 Desember 2014 sampai 31 Desember 2015.

Dalam aturan baru itu, sistem organisasi Labschool hanya ada dua yaitu eksekutif dan tim pengembang akademik.

" Yang menjadi persoalan kemudian karena kepala BPS ini ditekan terus oleh Arief Rahman, dia kemudian mengeluarkan SK sebagai penasehat Labschool pada awal Januari 2016, tanpa sepengetahuan Rektor," ujar dia.

" Taunya saya setelah Juni 2016, maka saya bikin surat untuk mencabut karena ini cacat hukum, merujuk dari akta notaris 2015," kata Djaali.

2 dari 2 halaman

Muncul Petisi

Sementara itu di lini masa, muncul petisi yang mendesak rektor UNJ untuk membatalkan pemberhentian Arief Rachman.

" Pak Arief Rachman adalah bapak pendidik yang sangat kami segani di labschool. Beliau merintis labschool dari awal sampai saat ini berdiri dengan nama yg sangat harum dengan sejumlah prestasi akademik maupun non akademik yang setiap tahun ditorehkan oleh siswa siswa Labschool jakarta, kebayoran maupun cibubur," ujar pembuat petisi SK Nawangsari, dalam laman change.org

Nawangsari menambahkan, Arief saat ini sudah diberhentikan oleh rektor UNJ tanpa alasan yang transparan. " Kami sebagai alumni, orang tua yang menitipkan anaknya ke sekolah ini merasa sangat prihatin," tegasnya.

Dalam tuntutannya, Nawangsari mendesak agar Arief tetap duduk menjadi penasehat dan penaung anak-anak.

" Semoga suara kecil kami didengar. #saveariefrachman #savelabschool #saveconny,," pungkasnya.

Hingga Kamis, (28/07/2018) pukul 13.42 WIB, petisi tersebut telah mendapat dukungan sebanyak 3.439 orang. Petisi ini ditujukan kepada Rektor UNJ.

Hingga saat ini, redaksi Dream masih mencoba mengonfirmasi kabar pemberhentian tersebut.

Beri Komentar
Catat! Tips Tampil dengan Makeup Bold Ala Tasya Farasya-