Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
(Foto: Steemit.com)
Dream - Presiden Filipina Rodrigo Duterte memenuhi sumpahnya untuk menghabisi para pelaku kejahatan narkoba. Baru-baru ini sejumlah tubuh tergeletak mati di jalan sebuah gang sempit di daerah kumuh Filipina. Peristiwa itu merupakan sebuah pemandangan yang menakutkan di negara itu bulan lalu.
Foto-foto mayat-mayat diduga terlibat dalam kejahatan narkoba itu tergeletak di jalan raya dan kompleks perumahan umum banyak bemunculan di media massa, seperti dikutip dari Asia Correspondent, 29 Juli 2016.
Mayat-mayat tersebut terdiri dari istri, keluarga, atau teman-teman penjahat narkoba. Mereka ditembak mati oleh petugas polisi dan warga sipil bersenjata. Beberapa secara misterius ditemukan tewas di jalan.
Hanya dalam waktu kurang dari sebulan sejak dilantik sebagai presiden pada 30 Juni 2016, jumlah mayat yang ditemukan dalam operasi perang terhadap narkoba mencapai 300 orang.
Dari jumlah itu, sekitar 61 orang tewas oleh warga sipil bersenjata. Dalam operasi perang terhadap narkoba, sekitar 70 ribu pecandu narkoba telah menyerah kepada pemerintah.
Duterte, setelah pelantikannya sebagai presiden, menegaskan tekadnya untuk memerangi kejahatan narkoba dan tidak peduli dengan kritik pelanggaran hak asasi manusia yang ditujukan kepadanya. Dia bahkan siap untuk diingat sebagai diktator Uganda.
(Sumber: steemit.com)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya