5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
Uber Taksi.
Dream - Uber Technologies Inc. akan menjual bisnis taksi online-nya di Tiongkok kepada Didi Chuxing --perusahaan taksi online di Tiongkok. Nilainya penjualannya diprediksi mencapai US$ 35 miliar atau Rp 456,84 triliun.
Dilansir dari Bloomberg, Senin 1 Agustus 2016, seorang sumber mengatakan Uber akan memiliki saham 20 persen di Didi Chuxing dan Didi akan menanamkan modal US$ 1 miliar (Rp 13,05 triliun) di Uber. Dengan begitu, Uber akan tetap mengoperasikan aplikasinya di Tiongkok.
Namun, terkait penanaman modal, Uber menolak untuk berkomentar. Sedangkan Didi juga belum memberikan komentar. " Saya percaya Uber dan Didi Chuxing akan tumbuh lebih kuat bersama-sama," ujar CEO Uber, Travis Kalanick.
Tahun lalu, Didi dan Kuadi bekerja sama untuk membentuk Didi Chuxing. Didi Chuxing ini pun dibeli oleh Alibaba dan Tencent. Apple pun turut menanamkan US$ 1 miliar (Rp 13,05 triliun) kepada Didi.
Sementara itu, investor Uber mendesak penjualan bisnis mereka di Tiongkok. Alasannya, Uber Tiongkok merugi lebih dari US$ 2 miliar (Rp 26,1 triliun) di sana. Tak hanya itu, Uber hanya untung pada pertengahan pertama 2015 di negaras berkembang.
" Uber dan Didi Chuxing investasi miliaran dolar di Tiongkok, tapi belum untung. Mendapatkan keuntungan adalah jalan utama membangun bisnis berkelanjutan agar bisa melayani penumpang dan sopir di Tiongkok," kata Kalanick.
Penjualan Uber Tiongkok ini semakin menggemukkan aliansi Didi dengan startup perusahaan transportasi online di seluruh dunia. Didi dikabarkan sepakat bekerja sama dengan Lyft Inc, Ola India, dan Grab Asia Tenggara, untuk membeli Uber.
" Kesepakatan ini adalah kemenangan bagi Didi dan menggarisbawahi bahwa bisnis transportasi berbasis aplikasi diminati pemain domestik," kata CEO Grab, Anthony Tan.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
