Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Wikimedia.org
Dream - Ibukota Arab Saudi, Riyadh menjadi kota hunian dengan biaya hidup sehari-hari termurah dibandingkan kota-kota besar lainnya di seluruh dunia. Sebuah studi yang dilakukan oleh Economist Intelligence Unit menjadikan Riyadh dan Jeddah sebagai dua kota dalam daftar sepuluh kota termurah untuk dijadikan tempat bermukim.
Laporan tersebut menyertakan 131 item yang dijadikan tolak ukur untuk menilai kelayakan sebuah kota menjadi kota hunian termurah. Sedikitnya 122 dan 123 poin masuk dalam kriteria yang dipenuhi oleh Jeddah dan Riyadh untuk dikatakan sebagai kota dengan biaya hidup terendah.
Dua kota besar di Arab Saudi ini berhasil mengungguli kota besar lainnya di Uni Emirat Arab dan Teluk Persia. Abu Dhabi dan Dubai yang saat ini menjadi kota idaman sejumlah wisatawan hanya memenuhi masing-masing 82 dan 94 kriteria untuk bisa dikategorikan sebagai kota termurah.
Kerajaan Arab Saudi disebut menetapkan regulasi sehingga menjamin harga rendah untuk sejumlah barang kebutuhan warganya. Bahkan sebagai negara penghasil minyak, produk yang terkait dengan energi cenderung lebih murah dibandingkan harga barang-barang lainnya karena adanya subsidi oleh pemerintah.
Jon Copestake, kepala riset seperti diwartakan Islam.ru menyebut jika banyak negara Timur Tengah lainnya yang juga memiliki tingkat biaya hidup yang sama. Namun peran pemerintah Arab Saudi terbukti berpengaruh terhadap biaya hidup yang lebih rendah dibandingkan negara Timur Tengah penghasil minyak lainnya.
Dalam penelitian ini melibatkan lebih dari 400 orang dengan 160 harga produk dan jasa. Termasuk di dalamnya harga makanan, minuman, pakaian, perlengkapan rumah tangga dan barang-barang perawatan pribadi, sewa rumah, transportasi, tagihan listrik, sekolah, gaji asisten rumah tangga dan biaya rekreasi.
Studi ini mensurvei berbagai toko seperti supermarket, kulakan - toko dan outlet khusus yang membanderol harga lebih tinggi. Sementara harga eceran atau harga pabrik tidak termasuk dalam kategori survei ini.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya