Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Diski (tengah) Saat Bertemu Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin (Australia Plus)
Dream - Komunitas muslim Indonesia di Australia akan menggelar muktamar September mendatang. Rencananya, muktamar yang baru pertama kali diadakan itu akan dihelat di Kota Melbourne.
" Pertemuan, forum komunikasi, dan kerjasama ini kami harapkan menjadi dasar dan fondasi Muslim Indonesia untuk bisa saling bantu,” kata Diski, project direktor muktamar, dikutip Dream dari Australia Plus, Jumat 3 Juni 2016.
Diski berujar, forum itu digelar juga untuk menghadapi beberapa isu dan masalah perantau di Australia. Muktamar akan digelar di Hotel Bell City, Preston, dari tanggal 23 hingga 25 September itu mengambil tema “ Living in Harmony”.
Menurut Diski, kegiatan yang diprakarsai oleh Komunitas Muslim Indonesia di Victoria (IMCV) ini ingin menyediakan media komunikasi dan kerjasama sesama Muslim Indonesia di Australia.
Acara ini diharapkan dihadiri sekitar 1000 peserta yang berasal dari seluruh Australia.
“ Kita akan selenggarakan empat acara, yaitu konferensi dan forum komunikasi, pameran, kunjungan ke Islamic Museum Australia, dan akan ditutup dengan Gala Dinner,” lanjut Diski.
Muktamar ini akan membahas isu-isu yang terjadi dalam masyarakat di Australia secara umum, seperti terorisme dan radikalisasi, Islamophobia, Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), Partisipasi Wanita dan Generasi Muda, serta Sertifikasi Halal.
“ Kita juga akan melakukan promosi Wisata Halal Indonesia yang sekarang lagi aktif dipromosikan,” tambah Diski.
Warga Muslim Indonesia di Australia menyambut positif rencana ini. Selain itu, perwakilan pemerintah Indonesia di Australia juga memberikan dukungan. Pemerintah lokal Australia dan juga komunitas Muslim lain di Australia juga demikian.
Muktamar seperti ini, kata Diski, baru pertama kali diselenggarakan di Australia. “ Sepengetahuan saya komunitas Muslim Indonesia di Amerika Serikat sudah menjalankan acara seperti ini beberapa kali,” jelas dia.
Saat ini sekitar 15 ribu Muslim Indonesia tinggal di Australia, dari total sekitar 500 ribu populasi Muslim di negeri Kanguru. Dari 15 ribu tersebut, diperkirakan 70 persen tinggal di Melbourne dan Sydney. Komunitas Muslim Indonesia di Melbourne sendiri sekarang ini mempunyai tiga pusat kegiatan (masjid) dan 15 majelis pengajian. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya