5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
Bursa Efek Indonesia
Dream - Indeks bursa saham Indonesia masih bisa melanjutkan penguatan yang terjadi pada penutupan kemarin. Kembali masuknya dana pemodal ke pasar saham kemungkinan membantu indeks bertahan di zona hijau.
Pelaku pasar juga cukup yakin setelah sentimen pertemuan The Fed memberikan sinyal tak adanya kenaikan suku bunga acuan.
Pada pembukaan perdagangan Kamis, 22 Mei 2014, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 21,06 poin (0,43%) ke level 4.931,361.
Aksi penguatan juga dialami indeks saham syariah baik Jakarta Islamic Index (JII) maupun Indonesia Islamic Syariah Index (ISSI).
Indeks ISSI membuka perdagangan dengan menguat ke level 162 dan masih terus bergerak di zona hijau. Hingga perdagangan pukul 09.32 WIB, indeks ISSI menguat 0,65 poin (0,41%) ke level 162,01.
Aksi jual-beli saham syariah mencapai 3,74 miliar dengan nilai transaksi sebesar Rp 643,39 miliar. Kenaikan juga dialami indeks saham bluechips syariah yang menguat 3,18 poin (0,48%) ke level 667,96.
Transaksi perdagangan saham bluechips kali ini mencapai 1,67 miliar lembar saham dengan nilai Rp 423,35 miliar.
Kepala Riset PT Universal Broker Indonesia, Satrio Utomo menjelaskan, gerak IHSG kemarin terlihat mencoba bertahan diatas suport 4875 dan berhasil ditutup dengan kenaikan.
" Satu hal yang membuat kami khawatir adalah posisi dari pemodal asing yang kemarin mencatatkan net sell sebesar Rp 77,9 miliar. Ini adalah net sell pertama setelah mereka selalu net buy dalam tujuh hari perdagangan terakhir," kata Satrio.
Jika pada hari ini pemodal asing sudah kembali melakukan aksi beli, Satrio menduga aksi jual tersebut hanya aksi profit taking sesaat. Namun, jika asing kembali melakukan net sell dalam jumlah yang lebih besar, maka bisa jadi ini adalah awal dari aksi profit taking yang akan dilakukan dalam jumlah yang lebih besar, seiring dengan meredanya sentimen pemilu presiden. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?