Rabu, 21 Oktober 2026 Cari

Utang Syariah Indonesia Bertambah Rp 670 Miliar

Reporter : Syahid Latif
Rabu, 21 Mei 2014 14:03
Utang Syariah Indonesia Bertambah Rp 670 Miliar
Pemerintah menetapkan pemenang lelang dua dari empat Surat Berharga Negara Syariah (SBSN) yang digelar 20 Mei 2014. Lelang kali ini menambah dana masuk Rp 670 miliar.

Dream - Kurang dari sebulan, Indonesia kembali menambah porsi surat utang syariah. Hasil lelang terbaru Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) berhasil menarik dana hingga Rp 670 miliar.

Mengutip keterangan tertulis Ditjen Pengelolaan Utang Kementerian Keuangan, Rabu 21 Mei 2014, total penawaran yang masuk mencapai Rp 3,058 triliun.

Pada proses lelang kali ini, pemerintah menawarkan empat seri SBSN masing-masing SPN-S07112014, PBS003, PBS005, dan PBS006. Dari keempat seri tersebut, penawaran terbesar berasal dari SPN-S07112014 dengan nila mencapai Rp 2,23 triliun.

Sementara penawaran tiga seri SBSN lainnya masing-masing adalah PBS003 sebesar Rp 201 miliar, PBS005 RP 518 miliar, dan PBS006 Rp 107 miliar.

Yield terendah pada penawaran kali ini mencapai 6,18750 persen untuk SPN-S07112014 dan tertinggi 9,75000 persen pada produk SBSN seri PBS005.

Dari keempat SBSN yang dilelang kali ini, pemerintah hanya memenangkan dua seri masing-masing PBS003 senilai Rp 190 miliar dan PBS005 Rp 480 miliar.

SBSN seri PBS003 menawarkan yield sebesar 8,62993 persen dang tingkat imbalan 6 persen. Tanggal jatuh tempo produk surat utang ini ditetapkan pada 15 Januari 2027.

Sementara PBS005 memberikan yield rata-rata tertimbang 9,00885 persen dengan imbalan 6,75 persen. Surat utang syariah ini jatuh tempo pada 15 April 2043. (Ism)

Beri Komentar