Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Tenaga Kerja Indonesia
Dream - Keinginan Arab Saudi untuk bisa segera menggunakan jasa Tenaga Kerja Indonesia (TKI) kembali deadlock. Dialog antara pemerintah Arab Saudi dan Indonesia menemui jalan buntu akibat ketidakcocokan batas minimal gaji TKI.
Seorang sumber di Saudi Council of Chambers (SCC) mengungkapkan, Indonesia mendesak agar para TKI minimal menerima gaji 1.900 riyal atau Rp 5,81 juta per bulan. Usulan itu ditolak Arab Saudi.
" Pihak Indonesia menginginkan gaji 1.400 riyal dengan tambahan 400 riyal khusus bekerja di hari Jumat," ungkap sumber tersebut.
Di pihak lain, Arab Saudi justru menawarkan gaji 1.000 royal per bulan dengan tambahan 200 riyal untuk TKI yang bekerja pada hari Jumat.
Sumber ini menegaskan, pemerintah Saudi tak bisa menerima usulan Indonesia tadi. Akibatnya, visa untuk pekerja Indonesia tak bisa dikeluarkan kecuali ada kesepakatan diantara keduanya.
Pengusaha di bidang perekrutan tenaga kerja Arab Saudi, Faisal Al-Harandahah, mengatakan permintaan gaji tinggi dari Indonesia ini dianggap eksploitasi bagi penduduk negeri Petrodolar tersebut.
Pemerintah Arab Saudi justru diusulkan mencari sumber alternatif pasokan tenaga kerja dari Filipina, Srilanka, Maroko, dan India.
Faisal sesumber permintaan gaj tinggi ini justru akan merugikan Indonesia. Alasannya, Arab Saudi merupakan pasar tenaga kerja domestik terbesar.
Delegasi Indonesia telah tiba di Riyadh pada awal pekan ini untuk mendiskusikan perjanjian kerjasama pasokan TKI.
Selain Indonesia, Arab Sadi telah menandatangi kerjasama serupa dengan tiga negara lain. Tak hanya itu, 14 negara juga telah menyatakan ketertarikannya untuk mengeskpor tenaga kerja ke Arab Saudi. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya