Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Profesional di bidang keuangan dan akuntansi atau bankir di Negara Muslim diatur untuk mendapatkan gaji lebih tinggi 3 kali lipat dibandingkan tingkat inflasi di wilayah tersebut. Hal ini untuk menyaingi kenaikan gaji bankir di negara lain.
Menurut angka terbaru yang dirilis perusahaan perekrutan Robert Half International, gaji bankir berpengalaman kian kompetitif. Data ini disampaikan Emirates 24/7 yang dikutip Dream, Selasa, 20 Mei 2014.
Di negara-negara Arab, pemimpin keuangan berencana meningkatkan gaji para bankir hingga 6,1% atau 3 kali lebih tinggi dari tingkat inflasi. Hal ini karena besarnya tantangan perekonomian yang dihadapi.
Namun, tingkat kenaikan gaji tersebut jauh tertinggal dengan negara-negara berkembang lainnya. Di China, gaji pokok bankir telah mengalami kenaikan hingga 13,6%. Brazil juga menaikkan gaji bankirnya hingga 10,8% dan Singapura 6,8%.
Melihat tren tersebut, pemimpin keuangan di negara muslim ini berencana meningkatkan kembali gaji pokok para bankir, sementara ada juga negara yang hanya memberikan penawaran kenaikan bonus.
Sementara di China dan hampir sebagian besar besar negara secara global ingin menaikkan gaji pokok dibandingkan menaikkan pemberian bonus.
Direktur Asosiasi Robert Half Uni Emirat Arab, Gareth El Mettouri menyatakan pasar kerja untuk bankir profesional memang sangat ketat beberapa tahun terakhir. Tingginya persaingan dengan jumlah tenaga yang terbatas sementara permintaan yang besar. Sehingga banyak tenaga ahli yang mendapatkan beberapa penawaran.
" Untuk bersaing dalam kritis tenaga ahli ini, perusahaan harus memberikan gaji yang kompetitif, serta menawarkan kelebihan lainnya seperti bantuan relokasi dan tunjangan pendidikan," ujarnya.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya