Rabu, 21 Oktober 2026 Cari

Gaji Bankir di Negara Muslim Terus Meroket

Reporter : Ramdania
Selasa, 20 Mei 2014 14:10
Gaji Bankir di Negara Muslim Terus Meroket
Gaji bankir di negara Muslim mengalami kenaikan hingga 3 kali lipat tingkat inflasi negara tersebut. Hal ini guna menyaingi gaji bankir di negara lain sehingga bisa kompetitif di pasar tenaga kerja.

Dream - Profesional di bidang keuangan dan akuntansi atau bankir di Negara Muslim diatur untuk mendapatkan gaji lebih tinggi 3 kali lipat dibandingkan tingkat inflasi di wilayah tersebut. Hal ini untuk menyaingi kenaikan gaji bankir di negara lain.

Menurut angka terbaru yang dirilis perusahaan perekrutan Robert Half International, gaji bankir berpengalaman kian kompetitif. Data ini disampaikan Emirates 24/7 yang dikutip Dream, Selasa, 20 Mei 2014.

Di negara-negara Arab, pemimpin keuangan berencana meningkatkan gaji para bankir hingga 6,1% atau 3 kali lebih tinggi dari tingkat inflasi. Hal ini karena besarnya tantangan perekonomian yang dihadapi.

Namun, tingkat kenaikan gaji tersebut jauh tertinggal dengan negara-negara berkembang lainnya. Di China, gaji pokok bankir telah mengalami kenaikan hingga 13,6%. Brazil juga menaikkan gaji bankirnya hingga 10,8% dan Singapura 6,8%.

Melihat tren tersebut, pemimpin keuangan di negara muslim ini berencana meningkatkan kembali gaji pokok para bankir, sementara ada juga negara yang hanya memberikan penawaran kenaikan bonus.

Sementara di China dan hampir sebagian besar besar negara secara global ingin menaikkan gaji pokok dibandingkan menaikkan pemberian bonus.

Direktur Asosiasi Robert Half Uni Emirat Arab, Gareth El Mettouri menyatakan pasar kerja untuk bankir profesional memang sangat ketat beberapa tahun terakhir. Tingginya persaingan dengan jumlah tenaga yang terbatas sementara permintaan yang besar. Sehingga banyak tenaga ahli yang mendapatkan beberapa penawaran.

" Untuk bersaing dalam kritis tenaga ahli ini, perusahaan harus memberikan gaji yang kompetitif, serta menawarkan kelebihan lainnya seperti bantuan relokasi dan tunjangan pendidikan," ujarnya.

Beri Komentar