Rabu, 21 Oktober 2026 Cari

Buntut Penghinaan, Belanda Bujuk Arab Saudi

Reporter : Syahid Latif
Selasa, 20 Mei 2014 18:14
Buntut Penghinaan, Belanda Bujuk Arab Saudi
Pemerintah Belanda bakal mengirim pejabat seniornya guna mencegah pengenaan sanksi ekonomi dari Arab Saudi akibat ulah kontroversial politikus Anti-Islam Geert Wilders.

Dream - Ancaman penghentian kerjasama pemerintah Arab Saudi kepada Belanda ditanggapi serius Negeri Kincir Angin ini. Belanda bakal mengirim pejabat seniornya guna mencegah pengenaan sanksi ekonomi tersebut.

Kasus ini bermula ketika politikus anti-Muslim, Geert Wilder kembali membuat aksi kontroversial. Wilder membuat stiker anti-Islam dengan latar belakang warna hijau dan putih. Stiker tersebut hampir serupa dengan bendera Arab Saudi.

Mengutip laman Arabianbusiness, Selasa, 20 Mei 2014, Menteri Luar Negeri Belanda, Frans Timmermans bakal mengirim pejabat senior bidang politik untuk memperbaiki ketegangan diantara kedua negara.

" Timmermans juga menyatakan keinginannya untuk segera berkunjung ke Arab Saudi untuk memperkuat hubungan kedua negara," ujar salah seorang pejabat Kedubes Belanda di Riyadh, Maurice Pourchez mengutip Arabnews.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Belanda awal pekan ini mengungkapkan Arab Saudi mengancam bakal menjatuhkan sanksi ekonomi kepada Belanda akibat ulah Wilders.

Kadin Belanda juga mengaku telah meneriman instruksi dari pemerintah Saudi untuk melarang partisipasi perusahaan Belanda dalam berbagai proyek di negerinya. Tak hanya kontraktor, kerjasama dengan sub-kontraktor juga diminta untuk dihentikan.

Tak cukup disitu, Arab Saudi juga bakal mengurangi jumlah visa bagi perusahaan dan investor Belanda yang tak terlibat proyek penting dan melarang perdagangan diantara kedua negara.

Namun, Pourchez seperti dikutip The Netherlands mengatakan belum menerima laporan resmi terkait sanksi tersebut.

" Kami berharap ancaman ini tak terjadi dan perusahaan Belanda telah mengungkapkan keprihatinannya," ujarnya.

Saat ini sekitar 30 perusahaan Belanda menjalankan bisnis di Arab Saudi. Jumlah ini belum termasuk kerjasama perdagangan dengan pihak kerajaan.

Nilai perdagangan di antara kedua negara tercatat mencapai US$ 8,2 miliar. 

Beri Komentar