Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Geert Wilder, Politikus Kontroversial Dari Belanda
Dream - Ancaman penghentian kerjasama pemerintah Arab Saudi kepada Belanda ditanggapi serius Negeri Kincir Angin ini. Belanda bakal mengirim pejabat seniornya guna mencegah pengenaan sanksi ekonomi tersebut.
Kasus ini bermula ketika politikus anti-Muslim, Geert Wilder kembali membuat aksi kontroversial. Wilder membuat stiker anti-Islam dengan latar belakang warna hijau dan putih. Stiker tersebut hampir serupa dengan bendera Arab Saudi.
Mengutip laman Arabianbusiness, Selasa, 20 Mei 2014, Menteri Luar Negeri Belanda, Frans Timmermans bakal mengirim pejabat senior bidang politik untuk memperbaiki ketegangan diantara kedua negara.
" Timmermans juga menyatakan keinginannya untuk segera berkunjung ke Arab Saudi untuk memperkuat hubungan kedua negara," ujar salah seorang pejabat Kedubes Belanda di Riyadh, Maurice Pourchez mengutip Arabnews.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Belanda awal pekan ini mengungkapkan Arab Saudi mengancam bakal menjatuhkan sanksi ekonomi kepada Belanda akibat ulah Wilders.
Kadin Belanda juga mengaku telah meneriman instruksi dari pemerintah Saudi untuk melarang partisipasi perusahaan Belanda dalam berbagai proyek di negerinya. Tak hanya kontraktor, kerjasama dengan sub-kontraktor juga diminta untuk dihentikan.
Tak cukup disitu, Arab Saudi juga bakal mengurangi jumlah visa bagi perusahaan dan investor Belanda yang tak terlibat proyek penting dan melarang perdagangan diantara kedua negara.
Namun, Pourchez seperti dikutip The Netherlands mengatakan belum menerima laporan resmi terkait sanksi tersebut.
" Kami berharap ancaman ini tak terjadi dan perusahaan Belanda telah mengungkapkan keprihatinannya," ujarnya.
Saat ini sekitar 30 perusahaan Belanda menjalankan bisnis di Arab Saudi. Jumlah ini belum termasuk kerjasama perdagangan dengan pihak kerajaan.
Nilai perdagangan di antara kedua negara tercatat mencapai US$ 8,2 miliar.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya