Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Bursa Saham
Dream - Aksi ambil untung pelaku pasar akhirnya bertahan hingga sesi penutupan perdagangan. Akibatnya, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpangkas 119,04 poin (2,37%) ke level 4.895,95.
Mengutip data perdagangan Kiwoom, Selasa, 20 Mei 2014, seluruh indeks saham berguguran di zona merah setelah sentimen profit taking ini mendominasi perdagangan.
Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) hari ini menutup koreksi dengan tergerus 3,79 poin (2,31%) ke level 160,57.
Penurunan cukup tajam juga dialami indeks saham bluechips syariah, Jakarta Islamic Index (JII) yang terpangkas 18,05 poin (2,66%) ke level 660,07.
Koreksi harga saham yang dialami 164 emiten syariah telah membuat gerak ISSI tak berkutik di zona merah. Meski ada 43 emiten yang bergerak menguat, namun hal itu tak cukup kuat membawa ISSI masuk zona hijau.
Transaksi perdagangan saham kali ini melibatkan 39,67 miliar efek yang beralih tangan. Nilai transaksi saham syariah tercatat mencapai Rp 5,98 triliun.
Indeks yang menguat selama sepekan kemarin tampaknya dimanfaatkan pelaku pasar untuk mencari untung. Terlebih, sentimen dari kawasan regional tak terlalu banyak memberi kabar negatif.
Pelaku pasar pada perdagangan awal pekan ini seolah merespon data-data negatif perekonomian nasional. Sepekan sebelumnya, sentimen negatif ini seolah tersapu oleh munculnya berita-berita pasangan Capres-Cawapres dalam Pilpres 2014.
Di jajaran saham bluechips syariah, tercatat hanya ada tiga emiten yang mencatat penguatan harga. Sisanya terpuruk di zona merah dan sebagian mampu bertahan stagnan.
Top gainer saham bluechips syariah kali ini dihuni oleh MPPA yang menguat Rp 35, ADRO Rp 25, dan KLBF Rp 20 per saham.
Emiten keping biru syariah justru lebih banyak dilanda aksi ambil untung. Penurunan harga terdalam dialami emiten AALI yang terkoreksi Rp 1.625 per saham, diikuti UNVR Rp 900, UNTR RP 650, SMGR Rp 425, dan PTBA Rp 400 per saham. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya