Rabu, 21 Oktober 2026 Cari

Bluechips Anjlok, Indeks Syariah Tak Berkutik di Zona Merah

Reporter : Syahid Latif
Selasa, 20 Mei 2014 16:42
Bluechips Anjlok, Indeks Syariah Tak Berkutik di Zona Merah
Koreksi harga saham yang dialami 164 emiten syariah telah membuat gerak ISSI tak berkutik di zona merah. Meski ada 43 emiten yang menguat, namun hal itu tak cukup kuat membawa ISSI masuk zona hijau.

Dream - Aksi ambil untung pelaku pasar akhirnya bertahan hingga sesi penutupan perdagangan. Akibatnya, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpangkas 119,04 poin (2,37%) ke level 4.895,95.

Mengutip data perdagangan Kiwoom, Selasa, 20 Mei 2014, seluruh indeks saham berguguran di zona merah setelah sentimen profit taking ini mendominasi perdagangan.

Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) hari ini menutup koreksi dengan tergerus 3,79 poin (2,31%) ke level 160,57.

Penurunan cukup tajam juga dialami indeks saham bluechips syariah, Jakarta Islamic Index (JII) yang terpangkas 18,05 poin (2,66%) ke level 660,07.

Koreksi harga saham yang dialami 164 emiten syariah telah membuat gerak ISSI tak berkutik di zona merah. Meski ada 43 emiten yang bergerak menguat, namun hal itu tak cukup kuat membawa ISSI masuk zona hijau.

Transaksi perdagangan saham kali ini melibatkan 39,67 miliar efek yang beralih tangan. Nilai transaksi saham syariah tercatat mencapai Rp 5,98 triliun.

Indeks yang menguat selama sepekan kemarin tampaknya dimanfaatkan pelaku pasar untuk mencari untung. Terlebih, sentimen dari kawasan regional tak terlalu banyak memberi kabar negatif.

Pelaku pasar pada perdagangan awal pekan ini seolah merespon data-data negatif perekonomian nasional. Sepekan sebelumnya, sentimen negatif ini seolah tersapu oleh munculnya berita-berita pasangan Capres-Cawapres dalam Pilpres 2014.

Di jajaran saham bluechips syariah, tercatat hanya ada tiga emiten yang mencatat penguatan harga. Sisanya terpuruk di zona merah dan sebagian mampu bertahan stagnan.

Top gainer saham bluechips syariah kali ini dihuni oleh MPPA yang menguat Rp 35, ADRO Rp 25, dan KLBF Rp 20 per saham.

Emiten keping biru syariah justru lebih banyak dilanda aksi ambil untung. Penurunan harga terdalam dialami emiten AALI yang terkoreksi Rp 1.625 per saham, diikuti UNVR Rp 900, UNTR RP 650, SMGR Rp 425, dan PTBA Rp 400 per saham. (Ism)

Beri Komentar