Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

IHSG Fluktuatif, Indeks Syariah Butuh Tenaga Tambahan

Reporter : Syahid Latif
Rabu, 21 Mei 2014 10:53
IHSG Fluktuatif, Indeks Syariah Butuh Tenaga Tambahan
IHSG yang mengawali perdagangan di zona merah, sempat bergerak menguat dan naik tipis. Namun fluktuasinya gerak indeks menandakan konsolidasi pelaku pasar terhadap sentimen yang ada.

Dream - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak fluktuatif usai terkoreksi cukup dalam pada perdagangan kemarin. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan di zona merah.

Pada pembukaan perdagangan Rabu, 21 Mei 2014, IHSG tergerus 10,47 poin (0,21%) ke level 4.885,485. Beberapa saat kemudian, indeks sempat bergerak di zona hijau.

Fluktuatifnya bursa saham Indonesia membuat Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) sempat mengalami koreksi. Hingga perdagangan pukul 10.42 WIB, indeks ISSI terkoreksi 0,11 poin (0,07%) ke level 160,45.

Koreksi juga dialami indeks saham bluechips syariah, Jakarta Islamic Index (JII) yang melemah 0,45 poin (0,07%) ke level 659,61.

Transaksi jual beli efek halal di awal perdagangan kali ini cukup ramai. Tercatat 9,58 miliar saham telah beralih pemilik dengan nilai transaksi mencapai Rp 1,45 triliun.

Saham-saham syariah di awal sesi perdagangan pertama ini didominasi koreksi harga dari 89 emiten. Sementara 73 lainnya berusaha masuk zona hijau dan 38 emiten bertahan stagnan.

Kepala Riset PT Universal Broker Indonesia, Satrio Utomo dalam ulasannya menilai koreksi pada indeks Dow Jones Amerika Serikat menambah tekanan sentimen negatif bagi pergerakan IHSG.

Pasar modal dalam negeri sendiri tengah dilanda aksi ambil untung pasca pengumuman kandidat Capres-Cawapres yang telah berlangsung dalam dua hari terakhir.

" IHSG hari ini diperkirakan bakal bergerak turun dengan rentang utama diantara support di kisaran 4800-4850 dan resisten di kisaran 4950 - 4975," kata Satrio.

IHSG memang mengalami konsolidasi mengingat dalam seminggu terakhir, pasar modal Indonesia tidak merespon semua berita negatif yang ada. Pasar lebih berfokus pada sentimen pemilu. (Ism)

Beri Komentar