Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Bursa Saham Indonesia
Dream - Bergerak liar di awal perdagangan, indeks bursa saham Indonesia akhirnya ditutup di zona hijau. Aksi beli investor pada saham-saham batubara ikut memperkuat gerak indeks.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), Rabu, 21 Mei 2014, ditutup menguat 14,33 poin (0,29%) ke level 4.910,29. Aksi jual asing membuat pelaku pasar memasang sikap waspada.
Tambahan tenaga di tengah gerak liar IHSG juga terjadi di bursa saham nasional. Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) menguat 0,78 poin (),49%) ke level 161,35.
Menguatnya saham bluechips syariah di sektor batubara juga membawa Jakarta Islamic Index menguat 4,7 poin (0,71%) ke level 664,77.
Naiknya ISSI tak telepas dari banyaknya emiten yang melaju di zona hijau sebanyak 109 saham. Sebanyak 83 emiten mencetak koreksi sementara 46 lainnya bergerak stagnan.
Transaksi perdagangan saham syariah di pertengahan pekan ini sebanyak 34,12 miliar dengan nilai Rp 3,6 triliun.
Indeks saham syariah sepanjang hari ini sempat bergerak liar. Dibuka melemah ke level 160,24, ISSI sempat menyentuh posisi terendah di level 159,64.
Hingga penutupan perdagangan sesi pertama, ISSI bahkan masih belum beranjak dari zona merah.
Beruntung, masuknya pemodal yang memburu saham batubara membawa ISSI dan JII kembali bergerak positif. Namun aksi ini dibayangi langkah pemodal asing yang justru melakukan aksi jual saham.
" Asingnya saja, sore ini sudah dalam posisi net sell. Kalau ini berlanjut sampai besok, gawat juga," ujar Kepala Riset PT Universal Broker Indonesia, Satrio Utomo.
Laju pasar modal Indonesia sebetulnya kurang didukung oleh gerak pasar saham regional. Selain sinyal negatif dari Dow Jones, pasar juga dibayangi posisi closing Hang Seng yang belum menunjukan adanya sentimen positif
Pasar keuangan regional Asia tampaknya masih menunggu testimoni dari beberapa anggota bank sentral AS, The Fed, yang akan muncul nanti malam.
Emiten tambang batubara, ITMG dan PTBA, menjadi motor penggerak indeks saham syariah hari ini. Kedua saham itu mencetak penguatan harga tertinggi (top gainer) masing-masing sebesar Rp 875 dan Rp 450 per saham.
Emiten bluechips syariah lain yang masuk daftar top gainer adalah UNVR yang menguat Rp 400, UNTR Rp 275, dan PGAS Rp 125 per saham.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya