Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Rizal Ramli
Dream - Mantan Menteri Koordinator Kemaritiman, Rizal Ramli mengimbau masyarakat untuk menjadikan isu kemiskinan sebagai masalah bersama sehingga upaya mengatasinya bisa dilakukan bersama pula.
Imbauan itu disampaikan Rizal dalam Pertemuan Kebangsaan, yang bertajuk Mengawal Demokrasi: Menolak Politik SARA, Merawat Kebhinekaan, yang digelar oleh Nation and Character Building Institute (NCBI) di Jakarta, Sabtu (27 Januari 2018)
" Jadi, akhiri isu SARA dengan dengan cara ekonomi, dengan cara pengetasan kemiskinan," kata Rizal dalam keterangan tertulisnya.
Menurut Rizal, negara harus berusaha memenuhi kebutuhan dasar masyarakat seperti kebutuhan rumah tangga, kesehatan, dan kebutuhan menyekolahkan anak. Dengan pengentasan kemiskinan itu, rakyat merasa negara memperhatikan nasib mereka dan kecemburuan sosial di tengah masyarakat bisa diredam.
![]()
Diakui Rizal, Isu SARA dalam Pilkada serentak di 2018 ini juga bisa diredam dengan penegakan hukum tanpa pandang bulu. Siapa saja yang melanggar hukum harus diproses secara hukum tanpa melihat latar belakangnya. " Karena memang begitulah hukum yang adil," katanya.
Sementara Kepala Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila ( UKPPIP), Yudi Latif yang juga hadir sebagai pembicara pada acara itu menegaskan, kepentingan bersama kebangsaan seharusnya tidak dikorbankan demi kepentingan sesaat Pilkada. Harus ada pendekatan ke elite-elite politik agar tidak mengorbankan nilai kebersamaan dan keindonesiaan demi tujuan politik.
" Ingat, kehidupan politik itu jangka pendek, jangan mengorbankan kepentingan jangka panjang, " tegas Yudi.
Rakyat, lanjutnya, harus diajak untuk menghindari upaya memecah belah bangsa dan tidak terseret oleh hoaks. Ditambahkannya, banyak partai politik yang dalam Pilkada DKI Jakarta berseberangan, kini bersama-sama mengusung calon yang sama di Pilkada daerah lain.
Dengan sikap partai itu, rakyat seharusnya melihat fakta-fakta ini secara cerdas. Membudayakan kecerdasan harus ditanamkan secara dini lewat dunia pendidikan.
(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya