Jokowi: Pemimpin Timur Tengah Anggap Islam di Indonesia Santun

Reporter : Maulana Kautsar
Sabtu, 20 Januari 2018 06:02
Jokowi: Pemimpin Timur Tengah Anggap Islam di Indonesia Santun
Generasi muda Islam Indonesia yang belajar ke Timur Tengah diminta belajar ekonomi dan perminyakan.

Dream - Presiden Joko Widodo menyebut para pemimpin negara-negara Timur Tengah menganggap praktik Islam di Indonesia merupakan wajah yang moderat.

“ Islam yang ada di Indonesia ini adalah, dalam praktik keseharian adalah Islam yang betul, yang santun, yang moderat, yang toleran, dan ini merupakan tempat terbaik untuk belajar menurut beliau-beliau,” kata Jokowi, saat rapat terbatas di Istana Negara, Kamis 18 Januari 2018.

Saat konferensi Organisasi Kerja sama Islam (OKI) di Jakarta, Jokowi mengatakan, beberapa pemimpin negara Timur Tengah menyarankan Indonesia membuka studi Islam di Indonesia.

" Generasi muda Timur Tengah yang ingin belajar ke Indonesia sebaiknya belajar mengenai Islam. Karena menurut beliau-beliau, Islam yang ada di Indonesia ini dalam praktik kesehariannya adalah Islam yang benar (toleran)," ucap Jokowi.

Sementara itu, sebagai penambah khazanah ilmu pengetahuan, para pemuda Islam dari Indonesia di Timur Tengah diminta untuk mempelajari ilmu ekonomi perdagangan dan perminyakan.

Jokowi mengatakan saran itulah yang membuatnya ingin mendirikan Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII)

Jokowi menuturkan, UIII tak hanya disiapkan untuk memenuhi kebutuhan pendidikan di dalam negeri, namun juga untuk menjawab kebutuhan masyarakat internasional.

" Universitas Islam Internasional Indonesia ini kita bentuk bukan hanya untuk menjawab kebutuhan domestik, tetapi dibentuk terutama untuk menjawab kebutuhan masyarakat internasional, untuk memperkukuh kepemimpinan Indonesia di internasional terutama umat Islam internasional," ucap dia.

Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Mohamad Nasir, berjanji membantu persiapan pembukaan program studi untuk UIII.

“ Itu masih tahap persiapan dan yang bertugas adalah Kementerian Agama, sementara Kemenristek hanya membantu akademiknya,” kata Nasir.

Kemenristekdikti, kata Nasir, tidak membatasi jumlah program studi yang diajukan Kemenag. selama tetap berkonsentrasi pada Islamic studies atau bidang-bidang ilmu agama Islam.

Rencananya, UIII akan dibangun di atas lahan seluas 127 hektare. Nasir mengatakan 20 hingga 30 persen lahan akan digunakan untuk bangunan gedung. Sisanya, untuk infrastuktur penunjang dan ruang terbuka hijau.

Beri Komentar