Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Tiga Indeks Syariah Kompak Menguat Seharian, Selasa 7 Mei 2019. (Foto: Shutterstock)
Dream - Indeks syariah berbalik menguat setelah sempat bergerak lemas di awal puasa kemarin. Tak hanya menguat, tiga indeks acuan saham syariah di pasar modal Tanah Air itu menguat seharian.
Sentimen positif dari dalam dan luar negeri membuat investor hari ini lebih percaya diri terjun melantai. Rilis data pertumbuhan ekonomi kuartal I-2019 yang lebih baik serta pernyataan China yang mendinginkan isu perang dagang menjadi kabar positif bagi pelaku pasar.
Pada penutupan perdagangan harian Bursa Efek Indonesia, Selasa, 7 Mei 2019, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) ditutup menguat 1,276 poin (0,69%) ke level 184,934.
ISSI menguat seharian setelah dibuka positif di level 183,904 pada sesi prapembukaan perdagangan. Terus bergerak naik, ISSI sempat menembus level tertinggi di 185,903.
Aksi beli investor juga mendorong indeks keping biru syariah, Jakarta Islamic Index (JII), kembali ke zona positif. Indeks berisi 30 emiten unggulan syariah ini naik 6,012 poin (0,89%) ke level 677,155.
Begitu pula dengan indeks syariah paling bungsu, JII70, ikut menanjak 1,932 poin (0,87%) ke level 225,041.
Sentimen positif dari dalam dan luar negeri membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tak lagi lemas seperti di hari pertama puasa. IHSG hari ini menanjak 40,966 poin (0,65%) ke level 6.297,318.
Investor lebih suka bermain saham di sektor industri dasar, industri aneka, dan keuangan. Ketiga indeks ini masing-masing menguat sebesar 1,87 persen, 1,24 persen, dan 1,13 persen.
Dua indeks sektor komoditas menjadi sasaran aksi jual investor. Saham sektor pertambangan mengalami koreksi indeks 0,69 persen dan pertanian 0,15 persen.
Emiten syariah pencetak top gainer kali ini adalah SMGR yang harga sahamnya menanjak Rp750, INTP Rp425, UNTR Rp225, EMTK Rp200, dan GMTD Rp200.
Sebaliknya, harga saham UNVR terkoreksi Rp825, UNIC Rp660, MKPI Rp500, PTBA Rp390, dan MTPS Rp210.
Dari pasar uang, nilai tukar rupiah kembali menguat terhadap dolar AS. Pada 16.24, nilai tukar dolar AS melemah 2 poin (0,01%) ke level Rp14.288 per dolar AS.(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya