Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi
Dream - Bursa saham Indonesia berbalik menguat setelah investor tiba-tiba berbalik melakukan aksi beli. Saham sektor perdagangan menjadi motor penggerek laju bursa.
Aksi jual asing yang turun drastis juga membuat indeks saham domestik yakin melaju di zona hijau. Kurs rupiah terhadap dollar AS yang menguat ikut menjadi sinyal positif bagi pelaku pasar.
Pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa, 15 Desember 2015, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) menguat 1,289 poin (0,95%) ke level 137,496.
Disokong 16 emiten yang melaju positif, indeks saham bluechips syariah, Jakarta Islamic Index (JII) juga ikut menguat 7,551 poin (1,33%) ke level 573,184.
Kedua indeks acuan saham syariah ini memulai sesi perdagangan dari zona negatif. ISSI bahkan sempat turun ke level terendah 136,050. Sebelum aksi beli jelang penutupan menyelamatkan laju ISSI.
Dengan transaksi mencapai Rp 2,78 miliar, sebanyak 83 emiten syariah sukses menyentuh zona hijau. Namun 72 penghuni ISSI lainnya masih tertekan aksi jual dan 52 lainnya bertahan stagnan.
Saham perusahaan alat berat dan pertambangan, UNTR memimpin daftar top gainer emiten bluechips syariah usai melesat Rp 1.450 per saham. Top gainer lainnya dihuni INTP yang naik Rp 900, LPPF Rp 525, ICBP dan SILO masing-masing Rp 425.
Sebaliknya, AKRA menjadi penghuni top losser ketika terkoreksi Rp 200 per saham. Penghuni lainnya adalah SMGR yang turun Rp 50, SMRA Rp 35, AALI dan UNVR Rp 25 per saham.
Dengan menguatnya sebagian besar indeks sektor saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga berhasil masuk zona hijau. IHSG ditutup menguat 34,981 poin (0,80%) ke level 4.409,172.
Lantai bursa sepanjang hari ini mentransaksikan dana hingga Rp 4,26 triliun dengan nett sell asing berkurang drastis menjadi Rp 30 miliar.
Dari pasar keuangan, kurs rupiah akhirnya kembali bergerak menguat. Meski masih di level psikologis, rupiah menguat 102 poin (0,72%) menjadi 14.020 per dollar AS.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya