Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Rupiah dan Indeks Syariah Kompak Berbalik Menguat

Reporter : Syahid Latif
Selasa, 15 Desember 2015 16:22
Rupiah dan Indeks Syariah Kompak Berbalik Menguat
Pemodal asing hari ini mendadak mengurangi porsi jual saham dengan nett sell hanya Rp 30 miliar.

Dream - Bursa saham Indonesia berbalik menguat setelah investor tiba-tiba berbalik melakukan aksi beli. Saham sektor perdagangan menjadi motor penggerek laju bursa.

Aksi jual asing yang turun drastis juga membuat indeks saham domestik yakin melaju di zona hijau. Kurs rupiah terhadap dollar AS yang menguat ikut menjadi sinyal positif bagi pelaku pasar.

Pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa, 15 Desember 2015, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) menguat 1,289 poin (0,95%) ke level 137,496.

Disokong 16 emiten yang melaju positif, indeks saham bluechips syariah, Jakarta Islamic Index (JII) juga ikut menguat 7,551 poin (1,33%) ke level 573,184.

Kedua indeks acuan saham syariah ini memulai sesi perdagangan dari zona negatif. ISSI bahkan sempat turun ke level terendah 136,050. Sebelum aksi beli jelang penutupan menyelamatkan laju ISSI.

Dengan transaksi mencapai Rp 2,78 miliar, sebanyak 83 emiten syariah sukses menyentuh zona hijau. Namun 72 penghuni ISSI lainnya masih tertekan aksi jual dan 52 lainnya bertahan stagnan.

Saham perusahaan alat berat dan pertambangan, UNTR memimpin daftar top gainer emiten bluechips syariah usai melesat Rp 1.450 per saham. Top gainer lainnya dihuni INTP yang naik Rp 900, LPPF Rp 525, ICBP dan SILO masing-masing Rp 425.

Sebaliknya, AKRA menjadi penghuni top losser ketika terkoreksi Rp 200 per saham. Penghuni lainnya adalah SMGR yang turun Rp 50, SMRA Rp 35, AALI dan UNVR Rp 25 per saham.

Dengan menguatnya sebagian besar indeks sektor saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga berhasil masuk zona hijau. IHSG ditutup menguat 34,981 poin (0,80%) ke level 4.409,172.

Lantai bursa sepanjang hari ini mentransaksikan dana hingga Rp 4,26 triliun dengan nett sell asing berkurang drastis menjadi Rp 30 miliar.

Dari pasar keuangan, kurs rupiah akhirnya kembali bergerak menguat. Meski masih di level psikologis, rupiah menguat 102 poin (0,72%) menjadi 14.020 per dollar AS.

Beri Komentar