Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Neraca perdagangan Indonesia pada November 2015 mengalami defisit US$ 350 juta, dipicu defisit sektor migas US$ 60 juta da nonmigas US$ 29 juta.
Badan Pusat Statistik (BPS), melaporkan, nilai ekspor Indonesia November 2015 mencapai US$11,16 miliar atau menurun 7,91 persen dibanding ekspor Oktober 2015. Demikian juga dibanding November 2014 menurun 17,58 persen.
" Tahun 2015 baru pertama kali defisit, selama ini surplus terus," kata Kepala BPS Suryamin di Kantor Pusat BPS, Jalan Dr Soetomo, Jakarta Pusat, mengutip laman Merdeka.com, Selasa, 15 Desember 2015.
Ekspor nonmigas bulan lalu tercatat mencapai US$9,58 miliar, turun 10,81 persen dibanding Oktober 2015, demikian juga dibanding ekspor November 2014 turun 16,75 persen.
Sementara itu, nilai impor Indonesia pada November 2015 mencapai US$ 11,51 miliar atau naik 3,61 persen apabila dibandingkan Oktober 2015, namun demikian turun 18,03 persen jika dibandingkan November 2014.
Impor nonmigas November 2015 mencapai US$9,87 miliar atau meningkat 5,60 persen jika dibandingkan Oktober 2015, namun demikian turun 6,62 persen jika dibandingkan November 2014.
Impor migas November 2015 mencapai US$1,64 miliar atau turun 6,95 persen jika dibandingkan Oktober 2015. Demikian pula apabila dibandingkan November 2014 turun 52,76 persen.
Dengan defisit yang terjadi di November ini maka surplus neraca perdagangan RI makin tergerus. Dari Januari hingga November, surplus perdagangan hanya US$ 7,81 miliar.
Secara kumulatif nilai ekspor Indonesia Januari−November 2015 mencapai US$138,42 miliar atau menurun 14,32 persen dibanding periode yang sama tahun 2014, demikian juga ekspor nonmigas mencapai US$121,08 miliar atau menurun 9,43 persen.
Sedangkan, kumulatif nilai impor Januari–November 2015 mencapai US$130,61 miliar atau turun 20,24 persen dibanding periode yang sama tahun 2014. Kumulatif nilai impor terdiri dari impor migas US$22,82 miliar (turun 43,06 persen) dan nonmigas US$107,79 miliar (turun 12,84 persen).
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya