Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Bank Indonesia (BI) Mengklaim Uang Rupiah Emisi 2016 Sebagai Salah Satu Uang Terbaik Di Dunia. (Foto: Dream.co.id/Arie Dwi Budiawati)
Dream – Uang rupiah emisi tahun 2016 yang baru diterbitkan Bank Indonesia masuk dalam daftar uang terbaik di dunia. Hal ini diungkapkan Gubernur BI, Agus DW Martowardojo.
“ Salah satu yang terbaik di dunia,” kata Agus usai peluncuran uang rupiah emisi teranyar di kompleks BI, Jakarta, Senin 19 Desember 2016.
Dia menjelaskan uang rupiah masuk jajaran terbaik karena unsur pengaman yang bisa menangkal aksi pemalsuan. Dalam uang rupiah terbaru terdapat unsur pengaman seperti benang pengaman dan gambar recto verso.
Unsur pengamanan yang ditanam di uang rupiah ini bisa dilihat dengan kasat mata atau bisa dilihat dengan alat khusus.
Agus melanjutkan, jumlah unsur pengaman yang ada di rupiah bervariasi, mulai dari 9 unsur pengaman hingga 12 unsur pengaman. Yang paling banyak ada di uang kertas pecahan Rp100 ribu.
“ Yang Rp100 ribu itu bisa punya 12 unsur pengaman, mulai dari color (warna), benang pengaman, dan lain-lain,” kata dia.
Sekadar informasi, satu set uang rupiah emisi 2016 ini resmi dirilis oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi), didampingi oleh Gubernur BI, Agus Martowardojo, dan Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati. Satu set uang ini terdiri atas 7 uang kertas rupiah (pecahan Rp100 ribu, Rp50 ribu, Rp20 ribu, Rp10 ribu, Rp5 ribu, Rp2 ribu, dan Rp1.000), serta 4 uang logam rupiah (Rp1.000, Rp500, Rp200, dan Rp100).
Selain itu, Agus berpesan kepada masyarakat untuk menjaga dan merawat rupiah. Misalnya, tidak membasahi, mencorat-coret, melipat, bahkan menstaples uang kertas rupiah. Kebiasaan menjaga dan merawat uang rupiah harus ditanamkan sejak dini.
“ Menjaga rupiah sama dengan menjaga simbol negara,” kata dia.(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya