Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Investor pasar modal semakin cemas dengan kurs rupiah yang terus rontok. Kekhawatiran tersebut terbukti berimbas pada laju indeks syariah yang kembali jatuh ke zona negatif.
Kurs rupiah sore ini kembali melemah ke level 13.660 per dolar AS. Mata uang Indonesia ini bahkan sempat hampir menyentuh level 13.700 per dolar AS. Data Bloomberg bahkan mencatat rupiah menembus level terendah 13.699 per dolar AS.
Tekanan juga muncul dari kondisi bursa regional yang sebagian besar terkoreksi tajam. Hanya Hang Seng yang naik tipis 0,07 persen.
Pada penutupan perdagangan harian Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa, 24 Mei 2016, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) turun 0,832 poin (0,54%) ke level 153,489.
Dengan hanya 3 emiten yang menguat, indeks saham bluechips syariah, Jakarta Islamic Index (JII) juga ditutup melemah 3,630 poin (0,57%) ke level 635,261.
Terseret aksi jual jelang sesi penutupan, laju indeks syariah tak sepenuhnya melaju di zona merah. Dibuka melemah, ISSI sempat menembus zona positif dan menyentuh level tertinggi di 154,706.
Begitu pula dengan indeks JII yang sempat menguat ke level 641,035.
Namun penguatan ini tak bertahan lama setelah investor melihat laju rupiah yang terus tertekan. Apalagi investor asing yang dua hari terakhir melakukan aksi beli, kali ini membukukan nett sell tipis Rp 34,99 miliar.
Transaksi perdagangan saham syariah kembali sepi dengan hanya mencetak nilai Rp 2,65 triliun. Dengan 28,21 miliar saham berpindahtangan, papan perdagangan ISSI dihuni 125 emiten yang ditutup melemah.
ISSI mampu mengangkat 56 penghuninya bertengger di zona hijau dan 46 emiten syariah bertahan stagnan.
Sebagian besar indeks sektoral juga ditutup melemah. Koreksi tajam dialami indeks sektor pertanian yang turun 1,15 persen, barang konsumsi 1,14 persen, dan properti 1,13 persen.
Sementara indeks sektor industri aneka menguat 0,35 persen dan infrastruktur relatif stagnan.
Tiga saham bluechips yang masih bisa bergerak menguat hari ini adalah MPPA yang menguat Rp 20, TLKM Rp 20, dan KLBF Rp 5 per saham.
Indeks JII justru dibanjiri koreksi harga saham yang dipimpin UNVR dengan penurunan Rp 475, LPPF Rp 350, UNTR Rp 350, AALI Rp 250, dan AKRA Rp 150 per saham.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya