Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Rupiah Makin Perkasa, Indeks Syariah Terseret Koreksi Asia

Reporter : Syahid Latif
Rabu, 30 Mei 2018 16:54
Rupiah Makin Perkasa, Indeks Syariah Terseret Koreksi Asia
Rupiah untuk sementara makin menjauh dari level 14.000 per dollar AS.

Dream - Indeks saham syariah di Bursa Efek Indonesia (BEI) terseret arus pelemahan bursa saham regional. Pelemahan ini dipicu sentimen negosiasi perdagangan antara AS-China serta krisis politik yang mendera Italia.

Pada penutupan perdagangan harian BEI, Rabu, 30 Mei 2018, tiga indeks acuan saham syariah kompak ditutup melemah. Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) tercatat melemah 1,670 poin (0,93%) ke level 178,206.

ISSI sudah melemah sejak sesi transaksi perdagangan di buka. ISSI dibuka dengan koreksi ke level 179,226. Di tengah perdagangan, ISSI sempat melawan tren pelemahan saat bergerak menguat dan menyentuh level tertinggi di 180,508.

Koreksi lebih dalam dicetak indeks saham bluchips syariah. Jakarta Islamic Index (JII) menutup perdagangan dengan melemah 10,538 poin (1,52%) ke level 682,157. Sama seperti ISSI, JII juga bergerak dari zona merah dan sempat bertengger di level tertinggi 695,742.

Pelemahan indeks JII tak lepas dari 23 emiten dari 30 penghuni indeks yag ditutup melemah.

Terakhir indeks JII70 juga tak bergerak mulus di dua hari terakhir Mei 2018. Indeks JII70 terkoreksi 2,707 poin (1,18%) ke level 226,821.

Pelemahan indeks syariah ini terjadi di tengah transaksi perdagangan saham syariah juga justru menguat. Hingga sesi paska penutupan perdagangan, 79,42 miliar saham syariah berpindah tangan dengan nilai transaksi Rp5,46 triliun.

Pemodal asing masih dalam posisi beli namun porsinya sedikit berkurang. Nett buy asing pada saham-saham syariah mencapai Rp63,37 miliar.

Hanya indeks sektor pertambangan yang bergerak menguat 0,26 persen. Sisanya, seluruh indeks sektoral ditutup melemah dengan koreksi terdalam dicetak indeks sektor industri aneka 2,01 persen, infrastruktur 1,85 persen, dan keuangan 1,12 persen.

Top gainer bluechips syariah dihuni sejumlah saham-saham sektor pertambangan. UNTR memimpin penguatan usai naik Rp700, diikuti PTBA Rp120, AKRA dan INCO Rp20, serta PWON Rp15 per saham.

Koreksi tajam melanda sejumlah saham unggulan syariah. Top losser indeks JII dihuni saham LPPF yang melemah Rp750, INVR Rp550, SMGR Rp350, ASII Rp175, dan ICBP Rp125 per saham.

Dari pasar keuangan, nilai tukar dollar AS terhadap rupiah semakin menjauh dari level 14.000. Meski sempat dibuka di posisi 14.019, dollar AS sore ini sekitar pukul 16.46 WIB bergerak melemah 28 poin (0,20%) menjadi Rp13.997.

(Sah)

Beri Komentar