Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Pialang Di Pasar Modal Indonesia (Foto: Antarafoto.com)
Dream - Indeks saham syariah di Bursa Efek Indonesia (BEI) terseret arus pelemahan bursa saham regional. Pelemahan ini dipicu sentimen negosiasi perdagangan antara AS-China serta krisis politik yang mendera Italia.
Pada penutupan perdagangan harian BEI, Rabu, 30 Mei 2018, tiga indeks acuan saham syariah kompak ditutup melemah. Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) tercatat melemah 1,670 poin (0,93%) ke level 178,206.
ISSI sudah melemah sejak sesi transaksi perdagangan di buka. ISSI dibuka dengan koreksi ke level 179,226. Di tengah perdagangan, ISSI sempat melawan tren pelemahan saat bergerak menguat dan menyentuh level tertinggi di 180,508.
Koreksi lebih dalam dicetak indeks saham bluchips syariah. Jakarta Islamic Index (JII) menutup perdagangan dengan melemah 10,538 poin (1,52%) ke level 682,157. Sama seperti ISSI, JII juga bergerak dari zona merah dan sempat bertengger di level tertinggi 695,742.
Pelemahan indeks JII tak lepas dari 23 emiten dari 30 penghuni indeks yag ditutup melemah.
Terakhir indeks JII70 juga tak bergerak mulus di dua hari terakhir Mei 2018. Indeks JII70 terkoreksi 2,707 poin (1,18%) ke level 226,821.
Pelemahan indeks syariah ini terjadi di tengah transaksi perdagangan saham syariah juga justru menguat. Hingga sesi paska penutupan perdagangan, 79,42 miliar saham syariah berpindah tangan dengan nilai transaksi Rp5,46 triliun.
Pemodal asing masih dalam posisi beli namun porsinya sedikit berkurang. Nett buy asing pada saham-saham syariah mencapai Rp63,37 miliar.
Hanya indeks sektor pertambangan yang bergerak menguat 0,26 persen. Sisanya, seluruh indeks sektoral ditutup melemah dengan koreksi terdalam dicetak indeks sektor industri aneka 2,01 persen, infrastruktur 1,85 persen, dan keuangan 1,12 persen.
Top gainer bluechips syariah dihuni sejumlah saham-saham sektor pertambangan. UNTR memimpin penguatan usai naik Rp700, diikuti PTBA Rp120, AKRA dan INCO Rp20, serta PWON Rp15 per saham.
Koreksi tajam melanda sejumlah saham unggulan syariah. Top losser indeks JII dihuni saham LPPF yang melemah Rp750, INVR Rp550, SMGR Rp350, ASII Rp175, dan ICBP Rp125 per saham.
Dari pasar keuangan, nilai tukar dollar AS terhadap rupiah semakin menjauh dari level 14.000. Meski sempat dibuka di posisi 14.019, dollar AS sore ini sekitar pukul 16.46 WIB bergerak melemah 28 poin (0,20%) menjadi Rp13.997.
(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya