Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Ilustrasi Indeks Menguat. (Foto: Shutterstock)
Dream - Indeks syariah menguat bersamaan pada perdagangan harian Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis 28 Desember 2018. Penguatan ini didorong apresiasi rupiah terhadap dolar AS.
Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI), menutup perdagangan sehari jelang penutupan tahun 2018 dengan menguat 2,504 poin (1,38%) ke level 183,505. Indeks
Berbeda dengan perdagangan kemarin, ISSI kali ini justru menguat seharian setelah menghujau di buka menguat di level 182,545. Jelang perdagangan berahir, investor semakin gencar mengoleksi saham syariah dan mengerek ISSI ke level tertinggi 183,505 di sesi penutupan.
Indeks keping biru syariah, Jakarta Islamic Index (JII) juga turut menguat 10,130 poin (1,49%) ke level 687,692.
Indeks JII70, merangkak naik 3,117 poin (1,39%) ke level 227,844.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini ikut berlari dengan menanjak 62,793 poin (1,02%) ke level 6.190,643.
Penguatan rupiah menjadi sentimen positif bagi investor. Semua indeks sektoral bergembira menyambutnya dengan melaju positif.
Penanam modal lebih senang menanamkan modalnya di sektor properti, industri dasar, dan pertambangan. Ketiga indeks sektoral ini melesat masing-masing 2,05 persen, 1,37 persen, dan 1,34 persen.
Kali ini investor melirik UNVR untuk bermain saham. Harga sahamnya meroket Rp1.075. Disusul DUTI yang menguat Rp670, ICBP Rp450, INTP Rp450, dan UNTR Rp450.
Sebaliknya, yang menjadi top loser adalah SCCO yang harga sahamnya terkoreksi Rp400, INAF Rp350, MERK Rp280, PNSE Rp215, dan TPIA Rp175.
Pada pukul 16.18, kurs rupiah terhadap dolar AS kembali menguat. Nilai tukar dolar AS terhadap rupiah melemah tipis 5 poin (0,03%) ke level Rp14.572 per dolar AS.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam