Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Indeks Syariah Kok Betah Di Zona Merah? (Foto: Shutterstock)
Dream - Indeks syariah kompak melemah pada penutupan perdagangan harian Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis, 2 Mei 2019. Sentimen negatif dari pernyataan The Federal Reserves soal suku bunga memicu aksi jual investor.
Kecemasan investor tersebut membuat kabar positif penguatan rupiah tak dianggap sebagai penopang kinerja perdagangan.
Dikutip dari papan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) bergerak melemah sejak sesi transaksi dibuka. ISSI dibuka melemah ke level 188,065 dan sempat menyentuh level terendah di 188,065.
Di sesi penutupan perdagangan, ISSI akhirnya bertengger di level 186.672 atau turun 1,559 poin (0,83%) .
Koreksi juga dialami indeks keping biru syariah Indonesia, Jakarta Islamic Index (JII) yang turun cukup tinggi. Indeks JII terpangkas 7,235 poin (1,05%) ke level 684,675.
Rekan JII, indeks JII70 juga melorot 2,305 poin (1%) ke level 227,767.
Munculnya sentimen negatif dari AS memaksa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tiarap sepanjang perdagangan di zona negatif. IHSG melemah 80,930 poin (1,25%) ke level 6.374,422.
Semua indeks sektoral melemah. Koreksi tertajam terjadi di sektor industri dasar, industri aneka, barang konsumsi, dan properti.
Emiten syariah pencetak top gainer kali ini adalah EMTK yang harga sahamnya naik Rp250, PRDA Rp240, INDR Rp190, SILO Rp150, DUcK Rp130.
Sebaliknya, emiten syariah pencetak top loser adalah INTP yang harga sahamnya terkoreksi Rp850, SMGR Rp600, UNIC Rp475, MTPS Rp425, dan AMFG Rp400.
Dari pasar uang, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Pada pukul 16.10, rupiah menguat 10 poin (0,07%) ke level Rp14.246 per dolar As.(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya