Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Rupiah Menguat, Indeks Syariah Juga Ikut Terangkat. (Foto: Shutterstock)
Dream - Mengawali pekan, kinerja rupiah semakin membanggakan. Mata uang Negeri Paman Sam digilas Rupiah hingga ditekan hingga hampir menembus level di bawah Rp14.000.
Dikutip dari pasar uang, Senin 7 Januari 2019, pukul 16.11, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS berada di level Rp14.082. Dolar AS melemah 188 poin (1,33%).
Penguatan rupiah juga tercatat dalam data Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia.
Dikutip dari data bi.go.id, kurs tengah dollar AS hari ini berada di level Rp14.105. Kurs tengahnya naik 245 poin dari posisi akhir pekan lalu, (Jumat, 4 Januari 2018) yang masih berada di level Rp14.350.
Penguatan rupiah ini menjadi angin segar bagi pasar modal syariah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).
Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) menanjak 0,590 poin (0,32%) ke level 186.949. ISSI bertahan di zona hijau setelah dibuka menguat di level 187,419 ketika perdagangan dimulai. ISSI sempat bertengger di puncak tertinggi di 188,748.
Indek bluechip syariah, Jakarta Islamic Index (JII), juga tumbuh 2,371 poin (0,34%) ke level 704,113. Sementara Indeks JII70, naik 1,366 poin (0,59%) ke level 233,709.
Sentimen positif dari dalam negeri menjadi motor baru bagi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) untuk memantapkan posisinya di lecel 6.200.
IHSG hari ini ditutup dengan menguat 12,684 poin (0,20%) ke level 6.287,224.
Investor lebih suka bermain saham di sektor pertanian. infrastruktur, dan properti. Indeks ketiga sektor ini melesat masing-masing sebesar 1,95 persen, 1,19 persen, dan 1,09 persen.
Pelemahan indeks terjadi pada saham di sektor industri aneka sebesar yang terpangkas sampai 1,87 persen, manufaktur 0,37 persen, dan perdagangan 0,09 persen.
Saham syariah pencetak top gainer kali ini adalah UNVR yang harganya terangkat Rp800, MAPA Rp320, AKRA Rp300, HRUM Rp155, dan INDR Rp150.
Sedangkan saham syariah top loser adalah BYAN yang harganya melorot Rp1.075, UNTR Rp1.025, MKPI Rp1.000, ITMG Rp725, dan ICBP Rp250.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya