Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Gojek Resmi Mengaspal Di Vietnam Dan Thailand.
Dream – Mulai saat ini jangan heran jika melihat moto ojek Gojek berseliweran di Vietnam dan Thailand. PT Aplikasi Karya Anak Bangsa (Gojek Indonesia) resmi mendirikan perusahaan lokal di dua negara Asia Tenggara itu.
Vietnam dan Thailand ini merupakan gelombang pertama dari ekspansi internasional ke negara-negara Asia Tenggara.
Dikutip dari keterangan tertulis Gojek yang diterima Dream, Senin 25 Juni 2018, kedua perusahaan tersebut akan dikelola oleh tim manajemen sekaligus pendiri lokal, dengan didukung pengetahuan, keahlian, teknologi, dan investasi dari Gojek.
Di Vietnam, Gojek merilis merek yang bernama Go-Viet. Merek ini akan memasuki tahap beta testing di bulan Juli yang akan melibatkan sejumlah pengemudi dan konsumen, sebelum diluncurkan secara penuh dalam beberapa bulan mendatang.
Sementara di Thailand, Gojek akan hadir dengan nama GET. Merk layanan jasa yang diperkenalkan di Negeri Gajah Putih ini akan meluncur setelah konsultasi dengan berbagai pemangku kepentingan setempat termasuk pemerintah, mitra pengemudi, dan konsumen selesai dilakukan.
Di tahap awal, kedua perusahaan itu baru akan melayani jasa ride-hailing dan logistik, yang kemudian akan diikuti oleh layanan pesan antar makanan dan pembayaran elektronik.
Ekspansi internasional ini dilakukan dengan perencanaan berbulan-bulan setelah ronde penggalangan investasi GO-JEK terakhir yang membawa investasi dari investor prestisius seperti Astra International, Warburg Pincus, KKR, Meituan, Tencent, Google, Temasek, dan lainnya.
Dari investasi yang didapatkan, dana sebesar US$500 juta (Rp7,07 triliun) dialokasikan untuk ekspansi internasional. Gojek juga berencana untuk meluncurkan operasinya di Singapura dan Filipina.
CEO dan founder Gojek, Nadiem Makarim, mengatakan peluncuran Go-Viet dan GET bertujuan untuk memberikan dampak positif terhadap banyak orang di Vietnam dan Thailand dengan mengkombinasikan teknologi dan pengetahuan untuk memenuhi kebutuhan konsumen. Nadiem optimistis tim lokal Go-Viet dan GET bisa memastikan kesuksesan bisnisnya.
“ Mereka memang menggunakan merk yang berbeda, namun mereka tetap beroperasi sejalan dengan nilai-nilai yang telah berhasil menjadikan GO-JEK pemimpin pasar di Indonesia,” kata dia.
CEO and Co-Founder Go-Viet, Nguyen Vu Duc, menyambut baik ekspansi bisnis Gojek ke Vietnam. Dukungan Gojek bisa mengembangkan taraf hidup masyarakat Vietnam dan bisnis UMKM.
“ Dukungan Gojek sangat ideal bagi kami, tidak hanya karena teknologi dan kepiawannya di bisnis ini, tetapi juga karena kita memiliki prinsip yang sama, yaitu hasrat untuk membawa dampak positif bagi masyarakat melalui peningkatan taraf hidup dan penghasilan, serta menumbuhkembangkan bisnis skala mikro, kecil, dan menengah,” kata Nguyen.
Sementara itu, CEO dan Cofounder GET, Pinya Nittayakasetwat, mengatakan Gojek menjadi startup unicorn pertama di Indonesia karena bisa menggunakan teknologi sebagai solusi tantangan tersulit dan bisa memberikan dampak positif terhadap masyarakat Indonesia. Pinya juga ingin GET juga bisa memberikan hal serupa dengan Gojek.
“ Tim GET terinspirasi oleh cara perusahaan memutarbalikkan masalah sehari-hari menjadi peluang bisnis yang sekaligus meningkatkan kualitas hidup jutaan orang. Kami bergerak dengan filosofi yang sama dan bersemangat untuk menghadirkan dampak positif bagi masyarakat Thailand,” kata dia.
(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya