Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Bagaimana Kondisi Pasar Modal Syariah Dan Pasar Uang Hari Ini?
Dream - Indeks syariah mulai bergariah di perdagangan awal pekan, Senin 25 Juni 2018. Kembali normalnya aktivitas pemodal domestik membuat transaksi perdagangan saham syariah marak dan mendorong indeks acuan bergerak menguat.
Penguatan laju indeks syariah ini sayangnya belum menulai pada pasar keuangan. Mata uang Negeri Paman Sam, Dollar AS, masih terlalu perkasa bagi rupiah. Kurs mata uang Nusantara ini masih mendekam lemah di level Rp14 ribu.
Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) menutup perdagangan awal pekan ini dengan menguat 0,927 poin (0,54%) ke level 173,886. Indeks ini bergerak fluktuatif setelah dibuka menguat ke 173,931.
ISSI tercatat sempat melemah ke level 172,522 dan bertengger di posisi puncak ke 174,764.
Penguatan juga dicetak dua indeks saham unggulan syariah. Didukung 14 emiten yang bergerak menguat, Jakarta Islamic Index (JII), menanjak 6,219 poin (0,95%) ke level 658,905.
Sementara indeks bluechip syariah baru, Jakarta Islamic Index (JII70), menguat 1,739 poin (0,8%) ke level 218,226.
Transaksi perdagangan saham syariah mencatat peningkatan di awal pekan ini. Investor melakukan jual beli senilai Rp4,55 triliun dengan 49,25 miliar lembar saham berpindah tangan.
Meski masih melepas saham syariah, nett sell pemodal asing mulai bergerak terbatas. Nilai jual bersih saham syariah mencapai Rp339 miliar.
Investor lebih senang bermain saham di sektor barang konsumsi dan manufaktur yang masing-masing melesat 2,94 persen dan manufaktur 1,75 persen.
Koreksi terjadi pada indeks saham pertanian yang rontok sampai 1,20 persen.
Top gainer saham bluechips syariah ini dihuni saham-saham barang konsumsi seperti UNVR yang menguat Rp800 dan ICBP Rp350 per saham. Pencetak kenaikan harga tertinggi lainnya dihuni saham , INTP, AKRA, dan INTP yang masing-masing naik Rp200, Rp170, dan Rp125.
Sebaliknya, bluechips syariah yang menjadi top loser adalah ITMG yang harga sahamnya turun sebesar Rp800, LPPF Rp200, UNTR Rp175, INDY Rp120, dan ADRO Rp60.
Dari pasar uang, kurs dollar AS masih terlalu perkasa untuk rupiah yang bergerak lemah sepanjang perdagangan. Sore ini, rupiah bertahan melemah posisi Rp14.125 per dolar AS.
(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya