Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Bursa saham syariah melanjutkan penguatannya meski dengan kenaikan yang lebih kecil. Tekanan jual pada tiga sektor saham menyebabkan laju indeks syariah sedikit tertahan.
Investor asing juga masih melakukan aksi beli saham namun dengan nilai yang sedikit berkurang. Di sesi penutupan, nett buy asing mencapai Rp 269 miliar.
Pada penutupan perdagangan harian Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis, 26 Juni 2016, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) menguat 0,353 poin (0,23%) ke level 156,344.
Sementara indeks saham bluechis syariah, Jakarta Islamic Index (JII) menanjak 0,868 poin (0,13%) ke level 649,360.
Kedua indeks acuan saham syariah ini memulai sesi perdagangan dari zona hijau. Minimnya sentimen negatif yang muncul di pasar mendorong aksi beli para pemodal.
Namun menjelang sesi penutupan, indeks JII mengalami tekanan dan sempat longsor ke zona merah. Indeks JII sempat jatuh ke level terendah di 645,299.
Transaksi perdagangan saham syariah mengalami sedikit penurunan dengan mencatat nilai Rp 2,38 triliun dan 25,16 miliar saham yang berpindahtangan.
Aksi beli investor mendorong 98 emiten syariah masuk zona positif. Sedangkan 76 penghuni ISSI lainnya turun ke zona merah dan 63 emiten lainnya bertahan stagnan.
Empat indeks sektoral kali ini dilanda pelemahan dipimpin emiten indusyri aneka yang turun 0,42 persen, barang konsumsi 0,37 persen, manufaktur 0,23 persen dan perdagangan 0,20 persen.
Sementara sektor pertambangan yang selama ini dihindari justru mengalami kenaikan tajam. Indeks sektor tambang melesat 2,05 persen. Diikuti pertanian 0,92 persen, dan keuangan 0,89 persen.
Top gainer saham bluechips syariah dipimpin ITMG yang menguat Rp 400, AALI Rp 150, INCO Rp 105, PTPP Rp 100, dan LSIP Rp 60 per saham.
Di jajaran top losser bercokol saham-saham INDF, INTP, LPPF, SILO yang turun masing-masing Rp 50.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya