Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Sejumlah Perusahaan Besar Menarik Iklan Di Facebook.
Dream – Facebook kembali dirundung masalah. Sejumlah perusahaan besar menarik dananya untuk berpromosi di platform media sosial terbesar dunia tersebut. Perusahaan raksasa milik Mark Zuckerberg ini dianggap gagal mencegah persebaran kebencian (hate speech).
Dikutip dari CNN, Senin 29 Juni 2020, penarikan dana promosi di Facebook salah satunya dilancarkan raksasa produk barang konsumsi, Unilever. Perusahaan asal Peranis ini menarik iklan di Amerika Serikat dari Facebook, Instagram, dan Twitter.
Unilever beralasan pengguna tiga media sosial sering membahas kondisi politik yang terpolarisasi, termasuk embel-embel ujaran kebencian.
Komitmen perusahaan untuk menahan berpromosi di tiga platform sosial media itu akan berlangsung hingga akhir 2020. Pemilik merek Dove, Pepsodent, dan lain-lain ini akan mengawasi dan meninjau ulang pembatasan iklan ke depannya seiring dengan perilaku masyarakat.
Keputusan perusahaan raksasa dunia mengurangi belanja iklan di sosial media membuat saham ketika perusahaan platform tersebut anjlok 7 persen pada minggu lalu.
Selain Unilever, merek-merek lainnya yang menarik iklannya dari Facebook adalah Starbucks. Jejaring kedai kopi ini memutuskan untuk menghentikan semua iklan di media sosial, termasuk Facebook.
Sekadar informasi, pada 2019, Starbucks menganggarkan dana US$94,8 juta atau sekitar Rp1,34 triliun untuk beriklan di Facebook.
Ada juga Honda yang mencabut iklannya dari Facebook dan Instagram. Pencabutan iklan ini sejalan dengan misi perusahaan, yaitu melawan kebencian dan rasisme.
Perusahaan fesyen Levi Strauss (Levi’s) juga menarik iklannya dari Facebook dan Instagram. Keputusan ini diambil karena Facebook gagal menyetop penyebaran ujaran kebencian dan misinformasi.
Coca Cola juga menghentikan semua iklan di media sosial, tak hanya Facebook. Penghentian iklan itu berlangsung selama 30 hari, dimulai dari Juli 2020. Melalui keputusan itu, perusahaan minuman ringan ini meminta media sosial untuk mengendalikan kebencian, kekerasan, dan konten yang tidak pantas.
“ Kami akan meminta mereka tahu bahwa kami menginginkan akuntabilitas yang tinggi, aksi, dan transparensi dari mereka,” ujar perusahaan.
Aksi boikot ini turut berdampak kepada sang pendiri, Mark Zuckerberg. Dikutip dari Liputan6.com yang melansir Phone Arena, Mark dikabarkan kehilangan kekayaannya sebesar US$7 miliar (Rp99,32 triliun). Hal ini disebabkan oleh penurunan harga saham Facebook.
Meskipun merosot tajam, Zuckerberg masih mengantongi kekayaan senilai US$82,3 miliar (Rp1.165,52 triliun).
Sekadar informasi, menanggapi pemboikotan iklan, dia sempat membahasnya kepada karyawan dan mengumumkan sejumlah perubahan soal kebijakan di Facebook. Salah satunya adalah menandai unggahan yang melanggar aturan.
(Sah, Sumber: Liputan6.com/Agustinus Mario Damar)
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan