Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Menteri Pariwisata Arief Yahya (Tengah)
Dream - Memperingati Hari Pariwisata Dunia (HPD) yang jatuh setiap 27 September, Kementerian Pariwisata menggelar seminar dalam upaya mendorong pertumbuhan perekonomian nasional. Menurut Menteri Pariwisata, Arief Yahya melalui seminar dengan tema 'Satu Miliar Turis, Satu Miliar Peluang' semakin membuka lebar peluang sektor pariwisata dalam menggerakkan perekonomian negara.
" Pariwisata menempati posisi kelima sebagai penghasil devisa negara. Jadi kalau tahun 2019 ditargetkan 20 juta kunjungan wisman maka sangat terbuka kemungkinan sektor pariwisata menggantikan minyak dan gas sebagai sumber utama devisa," ungkap Arief Yahya.
Tak hanya itu, Arief juga optimis bidang pariwisata yang digarap secara optimal akan menggeser batu bara, karet dan tekstil yang bertahun-tahun menduduki posisi sebagai penyumbang terbesar pendapatan negara.
" Kontribusi pariwisata terhadap PDB nasional meningkat dari 2014 yang hanya sembilan persen menjadi 15 persen di akhir 2019 nanti," lanjut Arief pada Senin, 28 September 2015.
Hal ini nantinya akan berdampak positif pula pada lapangan pekerjaan yang semakin terbuka lebar. Saat ini ketersediaan lapangan kerja yang baru mencapai 11 juta tenaga kerja, diprediksi akan naik hingga 13 juta jiwa.
Sedangkan untuk target pencapaian devisa dalam lima tahun ke depan, kementerian pariwisata yakin akan mencapai pendapatan sebanyak 280 trilyun. " Melalui kunjungan wisman diproyeksikan mencapai 140 trilyun, jadi dari angka 9,4 juta menjadi 20 juta kunjungan," imbuhnya saat memberi sambutan di Gedung Sapta Pesona, Jakarta.
Kemudian untuk pergerakan wisatawan nusantara sendiri ditargetkan mencapai 275 juta kunjungan. Pada data yang diperoleh 2014, kunjungan wisatawan lokal tercatat baru mendapat kunjungan sebanyak 250 juta jiwa.
(Ism, Laporan: Ratih Wulan)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya