Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi
Dream - Rupiah masih terus terpojok oleh penguatan dollar AS. Di pembukaan awal pekan, dollar AS di pasar domestik bahkan nyaris tembus level 14.700 per dollar AS.
Mengutip data Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia, Jakarta, Senin, 28 September 2015, harga jual rata-rata dollar AS di sejumlah bank lokal berada di level 14.696 per dollar AS.
Untuk kesekian kalinya, rupiah terus menembus level terendahnya sepanjang tahun ini. Kurs rupiah pagi ini tercatat melemah 6 poin dari posisi akhir pekan lalu di level 14.690 per dollar AS.
Nilai tukar lebih rendah justru tercatat dalam data Bloomberg. Meski dibuka menguat di level 14.665 per dollar AS, kurs rupiah justru berbalik melemah.
Hingga 1,5 jam perdagangan, rupiah sempat menyentuh level terendahnay di 14.757 per dollar AS. Posisi dollar AS sampai pukul 10.10 WIB tercatat bertengger di level 14.727 per dollar AS.
Research Analyst PT NH Korindo Securities Indonesia, Reza Priyambada menilai pelemahan rupiah terjadi karena maraknya berita negatif.
" Laju rupiah masih lebih menyukai testing support dibandingkan technical rebound," ujar Reza.
Menurut Reza, kenyataan pahit yang mesti dihadapi adalah gelontoran dana intervensi Bank Indonesia hingga Rp 65,9 triliun dalam dua bulan terakhir belum mampu mengangkat rupiah.
" Rupiah masih terus merosot," katanya.
Selama tidak ada sentimen maupun berita positif, Reza memperkirakn rupiah akan kesulitan menemukan momentum penguatannya.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya