Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi Haji
Dream - Pasar gelap air minum zamzam dan kursi roda makin marak di Kota Suci Mekah Arab Saudi sepanjang Ramadan kali ini. Para jemaah umroh mengaku keberatan dengan tingginya harga.
Hasil penelusuran Saudi Gazette ini diperoleh dari wawancara pengalaman jemaah umrah selama beribadah di Mesjid Suci Baitullah.
Faisal Saadi, salah seorang jemaah umroh, mengaku harus membayar sekitar 150 riyal atau sekitar Rp 476.723 hanya untuk mendapatkan kursi roda bagi anaknya.
" Sepanjang pengetahuan saya, jika seseorang ingin mendapatkan kursi roda ada dua pilihan. Pertama menggunakan kursi roda dari kantor yang terletak di luar masjidil haram atau menggunakan jasa penjaja keliling di dalam masjid," katanya.
Namun pada perjalanan umrahnya kali ini, Faisal mengaku mengalami pengalaman baru. Dirinya ditawari kursi roda meskipun tak memiliki anggota rombongan yang memiliki cacat badan.
" Dia menyarankan saya untuk menggunakan kursi roda ini karena dengan cara ini saya bisa melewati pengamanan yang akan mengizinkan saya masuk jalur eksekutif yang lebih sepi," ungkapnya.
Tak hanya Faisal, cara-cara kurang terpuji ini banyak dilakukan para jamaah dengan berpura-pura sakit atau cacat. Faisal mengatakan untuk menikmati fasilitas ini jamaah harus membayar 150 riyal.
Usai menggunakan kursi roda ini, Faisal kesulitan menemukan pemiliknya. Seorang petugas mengatakan para penyedia jasa memang sering menghilang begitu menerima uang sewa.
" Kemudian saya menemukan para penjaja ini mengambil kursi roda, yang disediakan gratis, di beberapa lokasi di areal Masjid dan menyewakannya secara ilegal kepada para jemaah dengan tarif sangat mahal," ujarnya.
Selain penyewaan kursi roda, aktivitas ilegal lain yang marak sepanjang Ramadan kali ini adalah penjualan air Zamzam.
Seorang bankir dari Jeddah, Hussain Bahrawi termasuk salah satu jemaah yang tak sanggup ikut antrean panjang untuk mendapatkan air Zamzam. Untuk mendapatkan air zamzam, Hussain memutuskan untuk membeli air suci tersebut diluar areal pabrik pengepakan air zamzam.
Sayanganya, Hussain harus merogoh uang 15 riyal (Rp 47 ribu) untuk membeli satu botol Air Zamzam ini. Pada hari-hari normal, pabrik air minum Zamzam hanya mengenakan harga 5 riyal (Rp 15 ribu).
Setelah gagal menawar dengan penjaja minuman ini, Hussain pun terpaksa membeli delapan botol air zamzam seharga 120 riyal (Rp 381 ribu). (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya