Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Sempat Lemas, Indeks Syariah Ditutup Menguat Tipis

Reporter : Syahid Latif
Kamis, 28 Januari 2016 16:18
Sempat Lemas, Indeks Syariah Ditutup Menguat Tipis
ISSI dan JII yang dibuka menguat sempat tertekan aksi jual investor.

Dream - Aksi beli jelang penutupan kembali menyelamatkan indes acuan saham syariah Indonesia. Emiten industri masih menjadi tumpuan pelaku pasar.

Aksi beli asing yang meningkat juga menambah suplemen untuk bursa saham Indonesia ditutup menguat.

Pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis, 28 Januari 2016, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) naik tipis 0,549 poin (0,38%) ke level 144,008.

Nasib baik juga dialami indeks saham bluechips syariah, Jakarta Islamic Index (JII) yang lebih banya mendekam di zona negatif. Indeks JII naik tipis 2,520 poin (0,42%) ke level 607,751.

Kedua indeks acuan saham syariah ini sebetulnya membuka perdagangan di zona hijau. Namun posisi investor yang wait and see dengan sentimen yang muncul membuat laju ISSI dan JII bergerak fluktuatif.

ISSI bahkan sempat bergerak melemah dan jatuh ke level terendahnya di 142,922. Posisi tertinggi ISSI baru bisa diukir di sesi penutupan perdagangan.

Transaksi perdagangan saham syariah kali ini mencapai Rp 3,22 triliun dengan 30,82 miliar saham berpindahtangan.

Aksi beli investor berhasil membawa 88 emiten syariah menutup perdagangan di zona hijau. Namun tekanan cukup besar juga dialami 83 emiten ISSI lainnya.

Emiten sektor industri menjadi favorit investor. Menguat 1,44 persen, indeks sektor industri aneka memimpin penguatan. Diikuti emiten sektor perkebunan 1,43 persen dan industri dasar 1,36 persen.

Sementara saham sektor infrastruktur mengalami tekanan jual dengan melemah 0,39 persen. Disusul emiten properti 0,12 persen dan keuangan 0,04 persen.

Saham unggulan AALI memimpin daftar top gainer indeks JII usai menguat Rp 450. Diikuti saham LPPF yang naik Rp 325, INTP Rp 225, INDF dan SMGR yang naik masing-masing Rp 125 per saham.

Di deretan top losser bertengger saham ITMG yang turun Rp 170. Kemudian JSMR Rp 100, AKRA Rp 75, serta ICBP dan MIKA yang turun Rp 50 per saham.

Dari pasar keuangan, kurs rupiah terus bergerak naik meski dengan rentang pendek. Rupiah sore ini naik 22 poin (0,16%) ke level 13.845 per dolar AS.

Beri Komentar