Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Aksi beli jelang penutupan kembali menyelamatkan indes acuan saham syariah Indonesia. Emiten industri masih menjadi tumpuan pelaku pasar.
Aksi beli asing yang meningkat juga menambah suplemen untuk bursa saham Indonesia ditutup menguat.
Pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis, 28 Januari 2016, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) naik tipis 0,549 poin (0,38%) ke level 144,008.
Nasib baik juga dialami indeks saham bluechips syariah, Jakarta Islamic Index (JII) yang lebih banya mendekam di zona negatif. Indeks JII naik tipis 2,520 poin (0,42%) ke level 607,751.
Kedua indeks acuan saham syariah ini sebetulnya membuka perdagangan di zona hijau. Namun posisi investor yang wait and see dengan sentimen yang muncul membuat laju ISSI dan JII bergerak fluktuatif.
ISSI bahkan sempat bergerak melemah dan jatuh ke level terendahnya di 142,922. Posisi tertinggi ISSI baru bisa diukir di sesi penutupan perdagangan.
Transaksi perdagangan saham syariah kali ini mencapai Rp 3,22 triliun dengan 30,82 miliar saham berpindahtangan.
Aksi beli investor berhasil membawa 88 emiten syariah menutup perdagangan di zona hijau. Namun tekanan cukup besar juga dialami 83 emiten ISSI lainnya.
Emiten sektor industri menjadi favorit investor. Menguat 1,44 persen, indeks sektor industri aneka memimpin penguatan. Diikuti emiten sektor perkebunan 1,43 persen dan industri dasar 1,36 persen.
Sementara saham sektor infrastruktur mengalami tekanan jual dengan melemah 0,39 persen. Disusul emiten properti 0,12 persen dan keuangan 0,04 persen.
Saham unggulan AALI memimpin daftar top gainer indeks JII usai menguat Rp 450. Diikuti saham LPPF yang naik Rp 325, INTP Rp 225, INDF dan SMGR yang naik masing-masing Rp 125 per saham.
Di deretan top losser bertengger saham ITMG yang turun Rp 170. Kemudian JSMR Rp 100, AKRA Rp 75, serta ICBP dan MIKA yang turun Rp 50 per saham.
Dari pasar keuangan, kurs rupiah terus bergerak naik meski dengan rentang pendek. Rupiah sore ini naik 22 poin (0,16%) ke level 13.845 per dolar AS.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya