Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Sempat Menguat, Indeks Syariah Berbalik Arah Jelang Penutupan

Reporter : Syahid Latif
Kamis, 16 Oktober 2014 16:24
Sempat Menguat, Indeks Syariah Berbalik Arah Jelang Penutupan
Indeks ISSI yang dibuka melemah pagi tadi sempat menyentuh zona hijau dengan level tertinggi di 159,93.

Dream - Aksi jual jelang penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BE) menyeret sejumlah indeks saham acuan merosot ke zona merah. Menguatnya harga saham emiten tambang tak cukup kuat menahan laju pelemahan.

Pasar modal Indonesia tampaknya mengekor laju bursa saham utama regional yang juga rontok ke teritori negatif. Nikkei mencatat pelemahan tertinggi hingga 2,22 persen sementara Hang Seng melemah 1,03 persen.

Pada penutupan perdagangan BEI, Jakarta, Kamis, 16 Oktober 2014, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 11,32 poin (0,23%) ke level 4.951,61.

IHSG pagi tadi mengawali perdagangan dengan melemah 29,64 poin (0,6%) ke level 4.933,29. Kembali menguatnya saham tambang sempat membuat IHSG kembali ke zona hijau. Indeks bahkan menyentuh level tertinggi di 4.976,62.

Sayang aksi jual investor jelang penutupan pasar menyeret IHSG kembali ke zona hijau. Tercatat 83,1 juta saham diperdagangkan pelaku pasar dengan nilai transaksi mencapai Rp 7,64 triliun.

Aksi jual pelaku pasar membuat 160 emiten di lantai bursa bergerak melemah. Pelemahan ini sedikit tertahan dengan menguatnya harga saham dari 140 emiten.

Diantara pemodal yang menjual sahamnya, tercatat investor asing membukukan nett sell sekitar Rp 320 miliar. Aksi jual saham ini meningkat kembali setelah kemarin investor asing sempat menahan diri melakukan aksi jual saham.

Di tengah koreksi IHSG, tiga indeks sektor saham justru mampu melaju positif. Emiten tambang yang kemarin dilanda aksi jual kini memimpin penguatan dengan kenaikan 1,24 persen. Sementara emiten properti menguat 0,58 persen dan industri dasar naik 0,24 persen.

Dua indeks saham syariah di BEI juga tak terlepas dari aksi jual pemodal jelang penutupan. Sempat menyentuh level tertinggi 159,93, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) ditutup melemah 0,13 poin (0,09%) ke level 159,08.

Koreksi dipicu melemahnya harga saham dari 95 emiten penghuni ISSI. Kenaikan harga saham syariah dengan jumlah yang sama tak mampu mengangkat indeks ISSI.

Pelaku pasar tercatat mentransaksikan tak kurang dari 29,78 juta saham dengan perputaran uang mencapai Rp 3,5 triliun.

Kondisi yang sama dialami emiten saham unggulan (bluechips) syariah. Indeks Jakarta Islamic Index (JII) turun 0,79 poin (0,12%) ke level 651,98.

Dari 30 emiten penghuni daftar indeks JII, tercatat 16 emiten bergerak di zona hijau. Meski berjumlah lebih banyak, indeks JII justru ikut terseret pelemahan harga saham dari 13 emiten unggulan syariah.

Indeks JII yang juga dibuka melemah sempat menyentuh level tertinggi di 657,27. Pemodal melakukan aksi jual beli saham dengan dana mencapai Rp 2,32 triliun.

Melemahnya indeks acuan di BEI merembet ke pasar keuangan Indonesia. Kurs rupiah yang sempat menguat ke level 12.200, kini justru melemah 27 poin (0,22%) menjadi 12.253 per dolar AS.

Emiten tambang kini memuncaki daftar emiten bluechips pencetak kenaikan harga tertinggi (top gainer). Perusahaan batubara pelat merah, PTBA memimpin kenaikan setelah menguat Rp 600 ke level 11.975 per dolar AS. Emiten tambang lainnya adalah ITMG yang naik Rp 425 per saham.

Top gainer lainnya adalah EXCL yang menguat Rp 225, CPIN Rp 105, dan AKRA Rp 75 per saham. (Ism)

Beri Komentar