Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Papan Perdagangan Bursa Efek Indonesia (www.merdeka.com)
Dream - Aksi jual jelang penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BE) menyeret sejumlah indeks saham acuan merosot ke zona merah. Menguatnya harga saham emiten tambang tak cukup kuat menahan laju pelemahan.
Pasar modal Indonesia tampaknya mengekor laju bursa saham utama regional yang juga rontok ke teritori negatif. Nikkei mencatat pelemahan tertinggi hingga 2,22 persen sementara Hang Seng melemah 1,03 persen.
Pada penutupan perdagangan BEI, Jakarta, Kamis, 16 Oktober 2014, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 11,32 poin (0,23%) ke level 4.951,61.
IHSG pagi tadi mengawali perdagangan dengan melemah 29,64 poin (0,6%) ke level 4.933,29. Kembali menguatnya saham tambang sempat membuat IHSG kembali ke zona hijau. Indeks bahkan menyentuh level tertinggi di 4.976,62.
Sayang aksi jual investor jelang penutupan pasar menyeret IHSG kembali ke zona hijau. Tercatat 83,1 juta saham diperdagangkan pelaku pasar dengan nilai transaksi mencapai Rp 7,64 triliun.
Aksi jual pelaku pasar membuat 160 emiten di lantai bursa bergerak melemah. Pelemahan ini sedikit tertahan dengan menguatnya harga saham dari 140 emiten.
Diantara pemodal yang menjual sahamnya, tercatat investor asing membukukan nett sell sekitar Rp 320 miliar. Aksi jual saham ini meningkat kembali setelah kemarin investor asing sempat menahan diri melakukan aksi jual saham.
Di tengah koreksi IHSG, tiga indeks sektor saham justru mampu melaju positif. Emiten tambang yang kemarin dilanda aksi jual kini memimpin penguatan dengan kenaikan 1,24 persen. Sementara emiten properti menguat 0,58 persen dan industri dasar naik 0,24 persen.
Dua indeks saham syariah di BEI juga tak terlepas dari aksi jual pemodal jelang penutupan. Sempat menyentuh level tertinggi 159,93, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) ditutup melemah 0,13 poin (0,09%) ke level 159,08.
Koreksi dipicu melemahnya harga saham dari 95 emiten penghuni ISSI. Kenaikan harga saham syariah dengan jumlah yang sama tak mampu mengangkat indeks ISSI.
Pelaku pasar tercatat mentransaksikan tak kurang dari 29,78 juta saham dengan perputaran uang mencapai Rp 3,5 triliun.
Kondisi yang sama dialami emiten saham unggulan (bluechips) syariah. Indeks Jakarta Islamic Index (JII) turun 0,79 poin (0,12%) ke level 651,98.
Dari 30 emiten penghuni daftar indeks JII, tercatat 16 emiten bergerak di zona hijau. Meski berjumlah lebih banyak, indeks JII justru ikut terseret pelemahan harga saham dari 13 emiten unggulan syariah.
Indeks JII yang juga dibuka melemah sempat menyentuh level tertinggi di 657,27. Pemodal melakukan aksi jual beli saham dengan dana mencapai Rp 2,32 triliun.
Melemahnya indeks acuan di BEI merembet ke pasar keuangan Indonesia. Kurs rupiah yang sempat menguat ke level 12.200, kini justru melemah 27 poin (0,22%) menjadi 12.253 per dolar AS.
Emiten tambang kini memuncaki daftar emiten bluechips pencetak kenaikan harga tertinggi (top gainer). Perusahaan batubara pelat merah, PTBA memimpin kenaikan setelah menguat Rp 600 ke level 11.975 per dolar AS. Emiten tambang lainnya adalah ITMG yang naik Rp 425 per saham.
Top gainer lainnya adalah EXCL yang menguat Rp 225, CPIN Rp 105, dan AKRA Rp 75 per saham. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya