Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Upah Rendah, Warga Arab Enggan Bekerja di Kota Suci

Reporter : Ramdania
Kamis, 16 Oktober 2014 11:02
Upah Rendah, Warga Arab Enggan Bekerja di Kota Suci
Meski memberikan banyak peluang lapangan pekerjaan, warga Arab Saudi enggan bekerja di Mekah. Hal ini karena minimnya standar gaji di Kota Suci umat Muslim tersebut.

Dream - Warga Arab Saudi tidak tertarik bekerja di Mekah meski banyak kesempatan seperti di sektor pariwisata dan ritel. Hal ini karena rendahnya standar gaji di negara tersebut.

Mereka memilih bekerja di Jeddah karena banyaknya ekspatriat profesional yang menaikkan standar tingkat gaji di kota itu.

Padahal, Mekah memberikan lapangan kerja yang banyak untuk warga Arab. Bahkan, terdapat proyek senilai SR 300 miliar yang tengah dibangun pemerintah Arab guna meningkatkan pelayanan kepada jamaah haji dan umrah. Proyek ini termasuk proyek infrastruktur, utilitas, real estate, dan sektor pariwisata.

Proyek-proyek yang telah dilaksanakan untuk mengembangkan kota suci menyediakan banyak pekerjaan di bidang pariwisata dan sektor ritel. Namun, sebagian besar orang Saudi tidak tertarik untuk mencari pekerjaan dari proyek tersebut.

" Sektor pariwisata di Mekah telah dihidupkan kembali dengan besarnya permintaan untuk hotel terutama pada musim haji setiap tahun. Namun, orang asing yang mendominasi pekerjaan di sini, hampir 75 persen," ujar pengelola hotel dekat Masjidil Haram, Saeed Nejm Al-Deen, seperti dikutip dari Arab News, Kamis, 16 Oktober 2014.

" Hanya sekitar 20 persen penduduk Arab yang bekerja di sini, selebihnya memilih untuk bekerja di Jeddah meskipun peluang pekerjaan banyak di Mekah," jelasnya.

Sementara itu, Manajer Pemasaran sebuah perusahaan ritel, Rashad Yousef mengomentari minimnya warga Arab yang bekerja di sektor ritel.

" Gaji rendah di sektor ini membuat para penduduk Arab tidak mau bekerja di sini, apalagi gajinya itu tidak mencukupi beban biaya rumah di sini," ungkapnya.

" Sektor swasta di Mekah harus menawarkan insentif yang lebih baik, seperti meningkatkan gaji. Hal ini akan mendorong warga Arab mau datang dan tinggal di Mekah," ungkap salah seorang warga, Ahmed Obaid.

Beri Komentar