Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Warga Arab Saudi tidak tertarik bekerja di Mekah meski banyak kesempatan seperti di sektor pariwisata dan ritel. Hal ini karena rendahnya standar gaji di negara tersebut.
Mereka memilih bekerja di Jeddah karena banyaknya ekspatriat profesional yang menaikkan standar tingkat gaji di kota itu.
Padahal, Mekah memberikan lapangan kerja yang banyak untuk warga Arab. Bahkan, terdapat proyek senilai SR 300 miliar yang tengah dibangun pemerintah Arab guna meningkatkan pelayanan kepada jamaah haji dan umrah. Proyek ini termasuk proyek infrastruktur, utilitas, real estate, dan sektor pariwisata.
Proyek-proyek yang telah dilaksanakan untuk mengembangkan kota suci menyediakan banyak pekerjaan di bidang pariwisata dan sektor ritel. Namun, sebagian besar orang Saudi tidak tertarik untuk mencari pekerjaan dari proyek tersebut.
" Sektor pariwisata di Mekah telah dihidupkan kembali dengan besarnya permintaan untuk hotel terutama pada musim haji setiap tahun. Namun, orang asing yang mendominasi pekerjaan di sini, hampir 75 persen," ujar pengelola hotel dekat Masjidil Haram, Saeed Nejm Al-Deen, seperti dikutip dari Arab News, Kamis, 16 Oktober 2014.
" Hanya sekitar 20 persen penduduk Arab yang bekerja di sini, selebihnya memilih untuk bekerja di Jeddah meskipun peluang pekerjaan banyak di Mekah," jelasnya.
Sementara itu, Manajer Pemasaran sebuah perusahaan ritel, Rashad Yousef mengomentari minimnya warga Arab yang bekerja di sektor ritel.
" Gaji rendah di sektor ini membuat para penduduk Arab tidak mau bekerja di sini, apalagi gajinya itu tidak mencukupi beban biaya rumah di sini," ungkapnya.
" Sektor swasta di Mekah harus menawarkan insentif yang lebih baik, seperti meningkatkan gaji. Hal ini akan mendorong warga Arab mau datang dan tinggal di Mekah," ungkap salah seorang warga, Ahmed Obaid.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya