Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Bursa Efek Indonesia (sumber: Http://merdeka.com)
Dream - Indeks acuan saham syariah di Bursa Efek Indonesia menyambut libur panjang akhir pekan di zona negatif. Namun pergerakan indeks kali ini sedikit lebih menggembirakan.
Harga saham yang murah dari sejumlah emiten kakap mendorong investor mmenggelar aksi beli selektif.
Pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis, 30 Mei 2015, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) melemah 1,347 poin (0,83%) ke level 161,710.
Laju ISSI kali ini lebih baik karena sempat menyentuh zona hijau. Aksi beli investor di harga murah membuat ISSI menyentuh teritori positif dengan level tertinggi 163,936. Namun, ISSI memang sempat tertekan di awal perdagangan ketika terjun ke level 160,060.
Tanda-tanda munculnya aksi beli terlihat dari menguatnya harga saham dari 106 emiten syariah. Namun, ISSI memilih untuk mengekor laju 95 emiten syariah yang ditutup melemah.
Transaksi perdagangan saham syariah kali ini mencapai Rp 5,57 triliun dengan 40,85 miliar saham yang beralihtangan.
Koreksi juga dicetak Jakarta Islamic Index (JII) yang ditutup perdagangan akhir Mei 2015 dengan melemah 10,069 poin (1,49%) ke level 664,803.
Papan perdagangan indeks saham bluechips syariah ini berhasil mencatatkan 13 emiten di zona hijau. Namun, lebih dari separuh atau 16 emiten terserang aksi jual dan 1 lainnya stagnan.
Sebanyak 11,7 miliar saham bluechips syariah ditransaksikan pelaku pasar. Dana yang diputar mencapai Rp 4,02 triliun.
Sama dengan ISSI, sejumlah saham bluechips syariah juga mulai banyak diburu pelaku pasar. Terlihat dari laju JII yang sempat menembus zona hijau dengan level tertinggi di 680,215.
Saham bluechips syariah favorit seperti ICBP dan AALI kembali jadi buruan investor. Naik masing-masing Rp 550 dan Rp 425, kedua emiten ini menjadi pencetak top gainer JII.
Disusul emiten UNVR yang menguat Rp 350, SILO Rp 225, dan MPPA Rp 205 per saham.
Laju JII tertekan oleh koreksi harga saham terutama dari sektor pertambangan. Top losser JII dihuni oleh ITMG yang melemah Rp 825, diikuti INTP Rp 700, UNTR Rp 600, SMGR Rp 475, dan PTBA Rp 375 per saham.
Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang sempat menguat jelang penutupan justru terserang aksi jual. Alhasil, IHSG ditutup melemah 19,138 poin (0,37%) ke level 5.086,425.
Lantai bursa sore ini berhasil menghimpun dana Rp 9,08 triliun dengan posisi asing masih membukukan nett sell Rp 1,3 triliun.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya