Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Seperti kendaraan bermotor, maskapai penerbangan kini bisa menghemat pengeluaran biaya bahan bakar sejak harga minyak jatuh terus melemah dalam beberapa waktu terakhir.
Dikala harga minyak mulai berangjak naik, harga bahan bakar khusus penerbangan justru masih turun 40 persen sejak September tahun lalu.
Seperti dikutip dari Gulf News, Kamis, 29 April 2015, penurunan harga tersebut menyebabkan perusahaan penerbangan memperoleh keuntungan. Namun pendapatan operasional perusahaan sebetulnya stagnan atau bahkan turun.
American Airlines, misalnya, memiliki penumpang penerbangan jarak pendek yang menyebabkan pendapatan turun dua persen pada kuartal pertama. Namun pengurangan US$ 1,36 miliar untuk biaya bahan bakar, telah membuat perusahaan tersebut memperoleh keuntungan US$ 932 juta.
Perusahaan penerbangan besar bahkan telah menghemat pengeluaran karena bahan bakar lebih murah. Mereka tidak berbagi tanggung jawab dengan penumpang melalui tarif yang lebih rendah. Masalahnya permintaan perjalanan tetap stabil dan kebanyakan pesawat selalu hampir penuh dengan harga tiket saat ini.
Tiket pulang-pergi dalam negeri rata-rata dijual US$ 454 sudah termasuk pajak. Sebuah penghematan sebesar US$ 2 dari musim panas lalu meskipun harga bahan bakar turun signifikan, menurut Airlines Reporting Corp, yang memproses transaksi tiket untuk penerbangan dan agen perjalanan.
Saat ini dunia penerbangan sedang menuju ke waktu terbaik mereka di setiap tahun yaitu musim panas. United Southwest dan Alaska Airlines mengatakan mereka berencana untuk meningkatkan kapasitas penumpang - yang biasanya berarti menambah penerbangan atau menggunakan pesawat yang lebih besar - untuk mengeruk keuntungan dari permintaan liburan musim panas.
Dunia penerbangan ditantang untuk terus meningkatkan keuntungan mereka akhir tahun ini, karena pendapatan mereka akan dibandingkan dengan harga bahan bakar rendah di akhir 2014.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya