Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Kinerja Emiten Buruk, Indeks Syariah Terpuruk

Reporter : Syahid Latif
Rabu, 29 April 2015 16:17
Kinerja Emiten Buruk, Indeks Syariah Terpuruk
IHSG bahkan sempat terhempas ke posisi terendah di 5.015

Dream - Bursa saham Indonesia kembali ambruk. Kinerja kuartal I-2015 yang buruk serta koreksi bursa saham Asia membuat pelaku pasar memilih keluar dari lantai bursa.

Tekanan semakin hebat dengan langkah pemodal asing yang masih melakukan aksi jual saham. Nett sell asing sampai sesi penutupan tercatat menembus Rp 1,72 triliun.

Pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu, 29 April 2015, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) terpangkas 4,794 poin (2,86%) ke level 163,057.

Ambruknya ISSI kali ini seikit lebih baik dibandingkan koreksi awal pekan lalu yang mencapai 3,08 persen.

Laju negatif ISSI dipicu turunnya harga saham dari 153 emiten syariah. ISSI hanya bisa bergantung pada 50 emiten syariah yang bisa diburu pelaku pasar.

Transaksi perdagangan saham kali ini mencapai Rp 4,74 triliun dengan 43,62 miliar saham yang beralihtangan.

Koreksi lebih dalam dialami saham-saham bluechips syariah. Indeks Jakarta Islamic Indonesia (JII) terpangkas 26,210 poin (3,74%) ke level 674,872.

Sebanyak 27 emiten bluechips syariah terserang aksi jual pelaku pasar. Tak ada satupun saham keping biru syariah ini sanggup menembus zona hijau.

Serangan aksi jual saham memang tengah melanda pasar modal Indonesia. Sebanyak 257 emiten menutup perdagangan di zona merah sementara 86 lainnya masih bisa meraih simpati pemodal.

Alhasil, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) harus rela terpangkas 136,594 poin (2,61%) ke level 5.105,563. IHSG bahkan sempat terpuruk ke level terendahnya di 5.015,008.

Aksi jual beli saham kali ini mencapai Rp 9,45 triliun dengan 81,69 miliar saham yang beralihtangan. Pemodal asing tampaknya cangat khawatir dengan buruknya kinerja emiten sepanjang awal tahun 2015.

Asing tercatat membukukan nett sell hingga Rp 1,72 triliun.

Dari kawasan regional, indeks saham Shanghai Composite sukses menguat 0,01 persen dikala bursa saham Asia dilanda tekanan. Indeks Hang Seng dan Strait Times justru melemah 0,15 persen dan 0,26 persen.

Sementara di pasar keuangan, kurs rupiah bergerak lebih baik. Kurs rupiah bertenggger di level 12.921 per dolar AS atau menguat 74 poin (0,57%).

Beri Komentar