Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi Bursa Efek Indonesia
Dream - Bursa saham Indonesia kembali ambruk. Kinerja kuartal I-2015 yang buruk serta koreksi bursa saham Asia membuat pelaku pasar memilih keluar dari lantai bursa.
Tekanan semakin hebat dengan langkah pemodal asing yang masih melakukan aksi jual saham. Nett sell asing sampai sesi penutupan tercatat menembus Rp 1,72 triliun.
Pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu, 29 April 2015, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) terpangkas 4,794 poin (2,86%) ke level 163,057.
Ambruknya ISSI kali ini seikit lebih baik dibandingkan koreksi awal pekan lalu yang mencapai 3,08 persen.
Laju negatif ISSI dipicu turunnya harga saham dari 153 emiten syariah. ISSI hanya bisa bergantung pada 50 emiten syariah yang bisa diburu pelaku pasar.
Transaksi perdagangan saham kali ini mencapai Rp 4,74 triliun dengan 43,62 miliar saham yang beralihtangan.
Koreksi lebih dalam dialami saham-saham bluechips syariah. Indeks Jakarta Islamic Indonesia (JII) terpangkas 26,210 poin (3,74%) ke level 674,872.
Sebanyak 27 emiten bluechips syariah terserang aksi jual pelaku pasar. Tak ada satupun saham keping biru syariah ini sanggup menembus zona hijau.
Serangan aksi jual saham memang tengah melanda pasar modal Indonesia. Sebanyak 257 emiten menutup perdagangan di zona merah sementara 86 lainnya masih bisa meraih simpati pemodal.
Alhasil, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) harus rela terpangkas 136,594 poin (2,61%) ke level 5.105,563. IHSG bahkan sempat terpuruk ke level terendahnya di 5.015,008.
Aksi jual beli saham kali ini mencapai Rp 9,45 triliun dengan 81,69 miliar saham yang beralihtangan. Pemodal asing tampaknya cangat khawatir dengan buruknya kinerja emiten sepanjang awal tahun 2015.
Asing tercatat membukukan nett sell hingga Rp 1,72 triliun.
Dari kawasan regional, indeks saham Shanghai Composite sukses menguat 0,01 persen dikala bursa saham Asia dilanda tekanan. Indeks Hang Seng dan Strait Times justru melemah 0,15 persen dan 0,26 persen.
Sementara di pasar keuangan, kurs rupiah bergerak lebih baik. Kurs rupiah bertenggger di level 12.921 per dolar AS atau menguat 74 poin (0,57%).
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya