6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Dream - Bursa saham syariah ditutup menguat meski sempat tergelincir ke zona merah. Sentimen harga minyak dunia dan penurunan indeks Hang Seng membuat goyah pelaku pasar.
Indeks saham kembali menguat setelah muncul aksi window dressing. Aksi beli asing juga menjaga laju indeks saham tetap positif.
Pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis, 31 Maret 2016, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) menguat 0,568poin (0,37%) ke level 155,912.
Kenaikan jelang sesi penutupan juga terjadi pada indeks saham bluechips syariah, JII, yang menguat 2,014 poin (0,31%) ke level 652,687.
Namun posisi penutupan kedua indeks syariah ini masih lebih rendah dari sesi pembukaan di pagi tadi.
ISSI tercatat sempat turun ke level terendah di 154,799. Dan hanya mampu naik ke posisi tertinggu 156,062.
Transaksi perdagangan saham syariah relatif marak dengan dana mencapai Rp 4,35 triliun. Sebanyak 50,71 miliar saham jadi objek jual beli investor.
Aksi beli berhasil mengantar 93 emiten syariah ditutup menguat. Sementara 100 lainnya tertekan aksi lepas saham.
Posisi pergerakan indeks sektoral sore ini mengalami perubahan. signifikan. Indeks sektor pertanian yang melemah justru berbalik memimpin laju penguatan dengan kenaikan 3,28 persen. Kenaikan signifikan juga dicetak indeks sektor industri aneka 1,91 persen, dan keuangan 0,87 persen.
Sementara indeks sektor pertambangan dan industri dasar terserang aksi jual dan melemah 0,30 persen dan 0,39 persen.
Saham AALI yang naik Rp 725 per saham, menjadi motor penggerak indeks syariah dan memimpin daftar top gainer indeks JII. Penghuni lainnya LPPF yang naik Rp 350, ASII Rp 150, LSIP Rp 85, dan ICBP Rp 75 per saham.
Sementara itu, emiten INTP bergerak melemah Rp 250, AKRA rp 150, JSMR Rp 150, UNVR Rp 50, dan INDF Rp 25 per saham.
Kurs rupiah sore ini juga bergerak menguat di saat dolar AS melemah terhadap mata uang utama dunia. Rupiah naik 157 poin (1,17%) menjadi 13.238 per dolar AS.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
