Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Sentimen positif dari bursa global dan regional menambah daya dorong indeks syariah yang kembali dibuka menguat. Sebagian besar indeks sektoral juga bergerak naik.
Namun tekanan sedikit datang dari aksi jual pemodal asing. Meski sempat menambah portoflionya di awal perdagangan, asing perlahan-lahan mulai melakukan aksi jual.
Pada prapembukaan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu 13 April 2016, , Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) menguat 0,441 poin (0,28%) ke level 157,537. Indeks Jakarta Islamic Index (JII) juga menanjak 2,326 poin (0,35%) ke level 661,063.
Di sesi pembukaan, kedua indeks acuan saham syarih ini masih bergerak menguat. ISSi tercatat naik 0,494 poin (0,31%) ke level 157,590. Sementara indeks JII naik 2,576 poin (0,39%) ke level 661,313.
Transaksi perdagangan saham syariah di awal sesi ini mencapai Rp 17,59 miliar dengan 65,54 juta saham berpindahtangan.
Hingga perdagangan pukul 09.19 WIB, sebanyak 79 emiten syariah telah bergerak menguat. Sisanya, 32 emiten ISSI masih tertekan aksi jual dan 41 lainnya bertahan stagnan.
Sebagian besar indeks sektoral bergerak menguat kecuali emiten sektor industri dasar yang turun 0,04 persen. Penguatan tertinggi di awal sesi dicetak emiten industri aneka yang naik 0,88 persen, keuangan 0,63 persen, dan manufaktur 0,42 persen.
Munculnya sentimen positif dari Wall Street yang dipicu kenaikan harga minyak mentah juga mendorong Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat. IHSG naik 17,405 poin (0,36%) ke level 4.846,978.
Lantai bursa pagi ini memulai perdagangan dengan dana Rp 27,15 miliar dan posisi investor asing mencetak nett buy Rp 1,07 miliar.
Sementara di pasar keuangan, kurs rupiah kembali menguat akibat melemahnay dolar AS terhadap mata uang utama dunia. Rupiah saat ini naik 48 poin (0,37%) menjadi Rp 13.066 per dolar AS.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya