Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Tak munculnya sentimen positif memaksa bursa saham syariah menutup perdagangan awal pekan di zona negatif. Padahal dua indeks acuan syariah sempat bergerak menguat.
Investor justru disuguhi sinyal negatif dari harga minyak mentah Asia yang kembali terpeleset. Hal ini menyeret indeks Strait Times Singapura dan Kospi Korea ke zona merah.
Pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin, 21 Maret 2016, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) turun 0,333 poin (0,21%) ke level 157,628.
Indeks saham bluechips syariah, Jakarta Islamic Index (JII), juga terkoreksi 1,038 poin (0,16%) ke level 668,257.
Meski ditutup melemah, posisi koreksi ISSI dan JII lebih bai dari sesi pembukaan tadi pagi. Hal ini tak lepas dari aksi beli jelang sesi penutupan perdagangan.
Transaksi perdagangan saham syariah awal pekan ini mencapai Rp 3,6 triliun dengan 32,15 miliar saham berpindahtangan.
Sebagian saham-saham syariah yang pagi tadi bergerak menguat justru berbalik melemah. Hingga sesi penutupan, sebanyak 86 penghuni ISSI masih bertahan menguat. Namun 115 emiten syariah tertekan aksi jual dan 45 saham bertahan stagnan.
Papan perdagangan indeks JII juga didominasi koreksi harga saham dari 16 emiten. Kurang dari separuh, atau 12 emiten bluechip syariah yang masih melaju positif.
Indeks sektoral kali ini dipenuhi koreksi yang dipimpin emiten sektor industri dasar yang turun 0,86 persen, pertanian 0,79 persen, dan properti 0,48 persen.
Sementara tiga indeks sektoral masih bisa bergera menguat seperti infrastruktur 0,94 persen, keuangan 0,28 persen, dan pertambangan 0,17 persen.
Top gainer indeks JII sore ini dihuni emiten INDF yang menguat Rp 225 per saham. Diikuti INTP Rp 75, INCO Rp 50, PGAS Rp 50, dan ADRO Rp 25 per saham.
Sebaliknya, saham-saham bluechips syariah penghuni top losser umumnya mengalami koreksi lebih besar. Dipimpin saham UNVR yang terjun Rp 450, AKRA Rp 275, PPF Rp 250, AALI dan ITMG masing-masing Rp 125 per saham.
Di pasar keuangan, dolar AS kali ini mengungguli rupiah. Dolar AS menguat 60 poin (0,46%) sehingga menyeret rupiah melemah ke level 13.170 per dolar AS.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya