Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Para Remaja Putri Tengah Bermain Ponsel (Shutterstock)
Dream – Sewa rumah, tagihan kartu kredit, dan pinjaman lainnya bisa membuat seseorang sulit untuk menabung, terutama untuk kawula muda. Nah, kini ada satu faktor lagi yang membuat orang lebih sulit menabung: bermain media sosial.
Dikutip dari CNBC, Minggu 18 Maret 2018, sebuah studi baru dari Allianz Life Insurance Company di Amerika Utara, mengatakan media sosial juga bisa membuat orang lebih boros. Tekanan dari kelompok di jejaring sosial membuat orang berlebihan mengeluarkan uangnya.
Studi ini meneliti dampak media sosial terhadap kebiasaan belanja orang Amerika. Ada 90 persen generasi milenial berbelanja karena pengaruh media sosial, sementara generasi X ada 71 persen dan 54 persen generasi.
Sebanyak 60 persen generasi milenial merasakan kehidupannya tidak sesuai dengan di jejaring sosial dan 57 persen lainnya mengaku berbelanja di luar kebutuhan karena media sosial.
Alasannya? mereka takut kehilangan tren, barang, atau experience baru terhadap satu hal.
Tahun 2017, Facebook menghasilkan US$39,9 miliar (Rp548,56 triliun) dari pendapatan iklan. Lalu, Instagram baru saja merilis Instagram Shopping untuk memungkinkan pengguna untuk melihat deskripsi dan harga produk. Ada juga platform jejaring sosial lainnya untuk memfasilitasi transaksi dari situs web atau aplikasi.
“ Bahkan perusahaan akan membayar ratusan atau ribuan dollar agar produk mereka diunggah di media sosial oleh influencer,” tulis Reuters.
Vice President Consumer Insight Allianz, Paul Kelash, mengatakan, generasi milenial harus berhati-hati dengan media sosial karena daya pikatnya untuk mendorong mereka mengeluarkan uangnya lebih banyak.
“ Media sosial bisa memberikan dampak negatif jangka panjang pada keuangan generasi milenial jika tidak berhati-hati,” kata dia.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya