7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Presiden Joko WIdodo Menyebut Satu Nama Menteri Yang Dianggap Sukses Di Dunia Karier (Foto: Instagram @jokowi)
Dream - Presiden Joko Widodo mengingatkan perguruan tinggi untuk memberikan peluang bagi mahasiswa mengembangkan talenta yang dimilikinya. Harapan ini disampaikan dengan mengambil contoh sosok Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin.
Menurut Jokowi, Budi Gunadi adalah salah satu contoh seseorang yang bisa berkarier jauh dari ilmu yang diperolehnya semasa kuliah.
" Ia seorang Insinyur Teknik Fisika Nuklir yang menjadi bankir," tulis Jokowi dalam unggahannya saat memberikan sambutan di Pertemuan Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia di Universitas Sebelas Maret, Kota Surakarta baru-baru ini.
Jokowi mengatakan kariernya Menkes pilihannya melesat sampai puncak kala berkarier di dunia perbankan. Posisi tertingginya adlah sebagai Dirut PT Bank Mandiri Tbk yang merupakan salah satu bank pemerintah terbesar.
" Dan sekarang, Pak Budi melompat lagi menjadi Menteri Kesehatan," lanjut presiden.

Belajar dari perjalanan Menkes, Jokowi menyiratkan pesan kepada dunia pendidikan tinggi agar memfasilitasi para mahasiswa untuk mengembangkan talentanya dan mengubah pola-pola lama agar dapat mengatasi perubahan dunia.
Presiden juga meminta perguruan tinggi untuk memfasilitasi para mahasiswa untuk mengembangkan talenta yang belum tentu sesuai dengan pilihan program studi, jurusan, maupun fakultas.
Sering kali pilihan studi jurusan, dan fakultas yang dipilih mahasiswa tidak selalu berdasarkan pada talenta. Kadang kala ketidakcocokan itu baru terasa saat mahasiswa menjalani kuliah.
Tak menyarankan mahasiwa yang `salah arah` untuk pindah program studi, jurusan, atau fakultas pilihannya, Presiden justru mengusulkan perguruan tinggi memperbanyak mata kuliah pilihan.
Ada keragamanan mata kuliah ini diharapkan bisa memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk mengambil kuliah sesuai talentanya.(Sah)
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?