Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, Optimistis Anggaran Perlindungan Sosial Terserap 100 Persen. (Foto: Facebook @smindrawati)
Dream – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati optimistis anggaran untuk perlindungan sosial akibat dampak pandemi Covid-19 akan terserap 100 persen sampai akhir tahun 2020. Anggaran tersebut merupakan bagian dari program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang sedang digencarkan pemerintah.
“ Sampai Desember kemungkinan 100 persen akan bisa teralisasir karena memang masyarat yang membutuhkan, sesuai yang sudah diidentifikasikan dan datangya, akan mendapatkan bantuan dari pemerintah tersebut." kata Sri Mulyani dalam konferensi pers virtual, Senin 30 November 2020.
Sri Mulyani bantuan sosial yang akan diberikan tersebut di antaranya berupa program keluarga harapan (PKH), Bantuan Langsung Tunai, dana desa, kartu prakerja, dan diskon listrik. Tak hanya itu, ada juga bantuan berupa beras serta subsidi gaji dan kuota internet.
Data per 24 November 2020, anggaran perlindungan sosial dalam program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) telah terealisasi Rp207,8 triliun. Atau, 88,9 persen dari total anggaran Rp233,69 triliun.
“ Diharapkan bisa membantu masyarakat kita dari dampak pandemi Covid-19 dengan adanya bantuan pemerintah,” kata dia.
Menghadapi pandemik Covid-19, pemerintah diketahui telah mengganggarkan dana pemulihan ekonomi dengan total mencapai Rp 695 triliun. Dana tersebut dialokasikan untuk tiga bidang utama yaitu kesehatan, perlidungan sosial, serta sektoral Kementerian dan Lembaga serta Pemerintah Daerah.
Berikut adalah alokasi anggaran perlindungan sosial yang sudah dikeluarkan pemerintah:
1. Program Keluarga Harapan (PKH) Rp41,97 triliun untuk 10 juta,
2. Sambako dan Bantuan Tunai Sembako Rp47,09 triliun (19,2 juta keluarga dan 9 juta keluarga)
3. Bantuan sosial warga di Jabodetabek Rp7,10 triliun (1,9 juta keluarga)
4. Bansos Non-Jabodetabek Rp33,10 triliun (9,2 juta keluarg)
5. BLT Dana desan Rp 31,8 triliun (8 juta keluarga),
6. Diskon listrik Rp11,62 triiliun (31,4 juta rumah tangga),
7. Kartu prakerja Rp20 triliun (5,6 juta orang),
8. Bantuan subsidi gaji Kemnaker Rp 29,85 triliun (12,4 juta orang),
9. Bantuan Gaji Guru Honorer Kemendikbud Rp2,94 tirliun (1,6 juta guru),
10. Bantuan Gaji Guru Honorer Kemendikbud Rp1,56 triliun (0,8 juta guru),
11. Subsidi kuota internet Kemendikbud Rp5,5 triliun (5 juta siswa, 5,3 juta mahasiswa, dan 2,9 juta Tenaga didik),
12. Subsidi Kuota INternet Siswa, mahasiswa, dan Guru Kemenag Rp1,16 tirliun (9,96 juta siswa, 1,12 juta mahasiswa)
Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.
Dream – Sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) bisa menjadi kunci kebangkitan ekonomi nasional di tengah pandemi Covid-19. Apalagi, karakteristik ekonomi Indonesia adalah banyaknya usaha di sektor UMKM.
“ Karakteristik ekonomi Indonesia adalah besarnya ekonomi umat. Maka sektor UMKM yang menjadi pendorong utama,” kata Wakil Presiden Indonesia, Ma’ruf Amin, dalam Webinar Series Indonesia Islamic Festival (IIEFEST) 2020, ditulis Jumat 27 November 2020.
![]()
Selama ini UMKM berkontribusi 97 persen penyerapan tenaga kerja nasional, 60 persen Produk Domestik Bruto (PDB), 58 persen total investasi, dan 14 persen ekspor. UMKM juga mencakup 99 persen dari unit usaha di Indonesia.
“ Pengembangan UMKM juga termasuk dalam proritas pengembangan ekonomi syariah,” kata dia.
Ma’ruf mengatakan UMKM syariah, terutama yang melayani kebutuhan dasar masyarakat, harus diperkuat dalam krisis ekonomi. Sekadar informasi, sektor ini menjadi yang paling terimbas pandemi Covid-19.
Misalnya, memperluas pangsa pasar dan memasarkan produk secara efisien.
Salah satu inisiatif yang diambil adalah mendorong pemanfaatan teknologi digital untuk UMKM. Berbagai marketplace telah memfasilitasi UMKM untuk memasarkan produknya.
“ Hasil survei Bank Dunia menunjukkan UMKM yang memanfaatkan teknologi digital mengalami penurunan (bisnis) lebih kecil daripada mereka yang tidak memasarkan secara online,” kata dia.
Dream – Ekonomi syariah turut terdampak pandemi Covid-19. Namun, dampaknya tidak terlalu signifikan jika dibandingkan dengan perekonomian konvensional.
“ Menurut State of Global Islamic Economy Report 2020/2021, perlambatan ekonomi syariah global tidak separah pertumbuhan ekonomi konvensional global secara keseluruhan,” kata Wakil Presiden, Ma’ruf Amin, dalam Indonesia Islamic Festival (IIFEST) 2020 Webinar Series, Kamis 26 November 2020.
Wapres menyampaikan perekonomian global mengalami kontraksi sekitar 5,2 persen sejak pandemik Covid-19 muncul. Sebaliknya perekonomian syariah di dunia hanya mengalami pertumbuhan minus 2,5 persen.
Dari berbagai bidang usaha syariah dunia tercatat sektor makanan dan minuman halal terkontraksi 0,2 persen, kosmetik halal 2,5 persen, dan fesyen Muslim 2,9 persen.
![]()
Meskipun tumbuh negatif, Wapres melihat permintaan produk halal masih harus dimanfaatkan pelaku usaha syariah. Sebelum pandemi, kata dia, perkiraan pasar halal global mencapai US$3,2 triliun pada 2024. Lalu, setelah pandemi, diprediksi pasar halal mencapai US$2,4 triliun pada 2024.
“ Peluang ini harus dimanfaatkan untuk membantu perekonomian nasional,” kata Ma’ruf.
Dia mencontohkan Indonesia menjadi konsumen terbesar produk halal dunia yang senilai US$214 miliar untuk makanan dan minuman halal. Sementara itu, kontribusi ekspor makanan halal baru 3,8 persen dari pasar dunia. Padahal, ekspor produk halal masih didominasi negara yang mayoritas penduduknya bukan Muslim.
“ Selain mengisi pasar domestik, (ekspor produk halal) untuk memperluas perdagangan global,” kata dia.
Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya