Color Analysis, Cara Memilih Warna Pakaian agar Penampilan Lebih Menonjol
8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli
5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa
8 Kombinasi Makanan yang Bisa Membantu Tubuh Menyerap Lebih Banyak Nutrisi
5 Kebiasaan Setelah Makan Malam yang Bisa Membantu Menjaga Gula Darah Semalaman
Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO
BNI Masuk Top 4 BUMN dengan Layanan Terbaik
Sering Merasa Tidak Cocok Bergaul? Bisa Jadi Ini Penyebab yang Jarang Disadari
Lebih Baik Pilih Yang Mana Dulu, Asuransi Jiwa Atau Kesehatan? (Foto: Shutterstock)
Dream – Di dunia kerja, para pegawai umumnya sudah terdaftar sebagai peserta asuransi kesehatan sebagai perlindungan diri dan keluarga saat harus mendapat perawatan di rumah sakit. Selain BPJS Kesehatan, banyak juga perusahaan yang memberikan benefit tambahan dengan asuransi yang disediakan perusahaan swasta.
Sementara untuk kehidupan pribadi, beberapa pegawai menambahan kelengkapan perlindungan diri dengan mendaftar sebagai pemegang polis asuransi jiwa.
Namun jika kamu bekerja sebagai entrepreneur dan berstatus single, asuransi mana yang harus didahulukan? Dengan budget yang pas-pasan tentu saja pilihan tersebut akan membingungkan meski sudah terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan.
Dikutip dari keterangan tertulis FWD Insurance, Senin 27 September 2021, asuransi kesehatan merupakan asuransi yang bisa memberikanmu perlindungan untuk layanan kesehatan, mulai dari sakit ringan hingga kritis.
Sementara asuransi jiwa memberikan perlindungan dengan uang pertanggungan yang diberikan kepada keluarga yang ditinggalkan atau santunan ketika terjadi cacat tetap karena kecelakaan.
Ketika bingung memilih asuransi mana yang ingin dimiliki, berikut adalah empat tips yang bisa menjadi pertimbangan Sahabat Dream.
Pertama, menghitung anggaran yang akan dialokasikan untuk asuransi. Buatlah anggaran bulanan untuk menghitung pemasukan dan pengeluaran bulanan.
Pertimbangkan berapa banyak dana yang digunakan untuk membayar premi asuransi. Selain asuransi, jangan lupa sisihkan pula untuk dana darurat dan investasi.
Premi asuransi berbeda-berbeda, bergantung kepada nilai pertangunggannya. Makanya, pertimbangkan baik-baik dana asuransimu.
Kedua, mempersiapkan dana darurat. Dana darurat perlu dimiliki untuk digunakan dalam keadaan darurat. Jika belum memiliki dana darurat atau belum cukup, utamakan dulu untuk mengumpulkannya terlebih dahulu.
Idealnya, untuk kamu yang masih single, pastikan untuk siapkan dana tunai minimal tiga kali pengeluaran bulanan.
Lalu, apakah jika sudah memiliki dana darurat, kamu tidak perlu memiliki asuransi? Tidak.
Ketersediaan dana darurat bisa membantu kita menentukan, mana yang lebih kamu butuhkan, asuransi kesehatan atau asuransi jiwa? Dana darurat juga dapat digunakan untuk biaya pengobatan apabila sakit.
Ketiga, pilih produk sesuai dengan kebutuhan. Setelah mengetahui asuransi apa yang sebenarnya kamu butuhkan, asuransi kesehatan atau asuransi jiwa, saatnya untuk kamu mencari produk asuransi di pasar.
Manfaatkan internet untuk meriset produk asuransi kesehatan atau asuransi jiwa yang tepat sesuai kebutuhan. Kamu bisa membaca blog personal finance atau langsung kunjungi website perusahaan penyedia produk asuransi untuk melihat jenis-jenis produk asuransi.
Keempat, apakah kamu termasuk ke tipe orang yang mudah sakit atau tidak. Kamu perlu tahu riwayat kesehatanmu, terlebih jika pernah sakit parah sehingga harus dirawat inap.
Jika iya, kondisi ini sangat berpengaruh terhadap tujuan keuanganmu sehingga kepemilikan proteksi menjadi penting dan jangan ditunda-tunda. Dengan memiliki asuransi seperti asuransi jiwa, asuransi kesehatan, bahkan khusus penyakit kritis, keuangan pribadimu dapat terjaga dari risiko kerugian yang mungkin terjadi atas kondisi yang membutuhkan biaya besar.
Tentu bagi kamu yang single, dibutuhkan evaluasi berkala atas kebutuhan berasuransi, baik yang berjenis jiwa maupun kesehatan, karena keadaannya pun dapat berubah seiring berjalannya waktu. Yang harus dihindari adalah ketika kesadaran berasuransi baru muncul ketika kamu sudah terkena risikonya.
Advertisement
Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI

Tandyo Budi Revita: Petarung dari Pajang di Pucuk TNI AD

Limbah Makanan di Indonesia Sangat Tinggi, Pastikan Lakukan 5 Hal Ini di Rumah

IHSG Dibuka Menguat ke Level 5.940 di Tengah Aksi Hati-Hati Investor


5 Kebiasaan Setelah Makan Malam yang Bisa Membantu Menjaga Gula Darah Semalaman

8 Kombinasi Makanan yang Bisa Membantu Tubuh Menyerap Lebih Banyak Nutrisi

5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa

8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli

Color Analysis, Cara Memilih Warna Pakaian agar Penampilan Lebih Menonjol

8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli

5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa