Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Suahasil Nazara Menjadi Wakil Menteri Keuangan Di Kabinet Indonesia Maju. (Foto: Kementerian Keuangan)
Dream – Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan (BKF) Kementerian Keuangan, Suahasil Nazara, “ naik kelas” menjadi wakil menteri keuangan Sri Mulyani Indrawati. Kepastian itu diperoleh setelah Suahasil diundang berdiskusi Presiden Joko Widodo.
“ Sebagai wakil menteri keuangan,” kata dia di Istana Negara, dikutip dari live streaming Kompas TV, Jumat 25 Oktober 2019.
Di Kementerian Keuangan, Suahasil akan memperbaiki sejumlah kebijakan. Dia juga akan membantu untuk mempercepat investasi dan serapan tenaga kerja. Begitu pula untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi.
Dikutip dari laman Kementerian Keuangan, Suahasil lahir di Jakarta pada 1970. Dia meraih gelar sarjana ekonomi di Universitas Indonesia pada 1994, master of science di Cornell University, Amerika Serikat, pada 1997, dan doctor of philosophy di University of Illinois at Urbana Champaign, Amerika Serikat pada 2003.
Dia menjadi PNS sebagai dosen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB-UI) Universitas Indonesia sejak 1999 dan meraih gelar profesor di bidang Ilmu Ekonomi. Di lingkungan FEB-UI, Suahasil pernah menjadi kepala Program Studi Pascasarjana Ilmu Ekonomi (2004-2005), kepala Lembaga Demografi (2005-2008), dan ktua Departemen Ilmu Ekonomi (2009-2013).
Suahasil juga menjadi anggota Tim Asistensi Menteri Keuangan bidang Desentralisasi Fiskal (2009-2011). Suahasil juga aktif di Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) sebagai pengurus, dan juga pernah memegang jabatan Wakil Ketua Komite Pengawas Pelaksanaan Otonomi Daerah (KPPOD) pada periode 2009-2015. Jabatan lain yang pernah didudukinya adalah Koordinator Pokja Kebijakan di Sekretariat Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) pada Kantor Wakil Presiden RI (2010-2015), serta menjadi Anggota Dewan Komite Ekonomi Nasional (KEN) pada 2013-2014.
Sejak tanggal 6 Februari 2015 menjalankan tugas sebagai Pelaksana Tugas Kepala Badan Kebijakan Fiskal, dan pada tanggal 31 Oktober 2016 dilantik oleh Menteri Keuangan sebagai pejabat definitif Kepala Badan Kebijakan Fiskal, Kementerian Keuangan Republik Indonesia.
Dream - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memanggil 12 tokoh ke Istana Kepresidenan. Dari laporan yang beredar ada 12 nama yang tercatat telah datang ke Istana dengan kemeja putih dan celana hitam.
Sosok yang tiba diprediksi akan menjadi wakil menteri di sejumlah kementerian. Komposisi tokoh yang tiba berasal dari partai politik dan profesional.
Berikut, nama-nama calon menteri yang muncul.

1. Budi Gunadi Sadikin (Direktur Utama Mining Industry Indonesia)
2. Wahyu Sakti Trenggono (Bendahara TKN)
3. Zainut Tauhid Saadi (Waketum MUI/PPP)
4. Angela Tanoesoedibjo (Komisaris MNC)
5. Surya Candra (PSI)
6. Wempi Wetipo (PDIP - mantan bupati Jayawijaya)
7. Kartika Wirdjoatmojo (Dirut Bank Mandiri)
8. Mahendra Siregar (mantan dubes Amerika Serikat)
9. Alue Dohong ( badan restorasi gambut)
10. Budi Arie Setiadi (Ketum Projo)
11. Jerry Sambuaga (politisi Partai Golkar)
12. Suahazil nazara (Kepala Badan Kebijakan Fiskal)
Dream - Komposisi Kabinet Indonesia Maju berlanjut. Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan melantik wakil menteri untuk sejumlah pos kementerian Jumat, 25 Oktober 2019, pukul 14.00 WIB.
" Betul (pelantikan wakil menteri), jam 14.00 WIB," kata Kepala Sekretariat Presiden, Heru Budi Hartono, saat dikonfirmasi Liputan6.com.
Sebelum diumumkan, Jokowi akan memanggil terlebih dahulu para calon wakil menteri ke Istana Negara.
Sehari sebelumnya, Jokowi menyatakan susunan wakil menteri sudah selesai dan akan diumumkan dalam waktu dekat. Wakil menteri diambil dari kalangan partai politik dan profesional.
" Jadi, sebetulnya sudah selesai wamen ini. Ada yang dari partai, ada yang dari profesional," ujar dia.
Jokowi mengatakan, wakil menteri yang dilantik memiliki kompetensi yang mendukung kerja para menteri.
" Misalnya di BUMN, kalau memang menterinya membutuhkan wamen ada tiga, dan itu diperlukan, kita tahu, BUMN kita ada 140-an," ujar dia.
Sumber: Liputan6.com/Lizsa Egeham
Dream - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebut prioritas utama Kabinet Indonesia Maju yaitu pembangunan sumber daya manusia (SDM).
" Tentu saja prioritas utama kita lima tahun ke depan adalah pembangunan SDM sehingga semuanya yang berkaitan dengan itu harus kita garap secara ramai-ramai sehingga memunculkan sebuah daya saing," kata Jokowi di Istana Merdeka, Rabu 23 Oktober 2019.
Jokowi ingin mengejar competitivenes index yang lebih baik. Dia pun ingin penggunaan APBN yang fokus dan terarah.
Mantan Gubernur DKI Jakarta itu menambahkan, akan terus mengejar defisit neraca perdagangam, defisit transaksi berjalan, dan membuka lapangan kerja.
Jokowi juga ingin reformasi dilakukan secara konkret. " Hal-hal yang ruwet harus disederhanakan," ucap dia.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya