Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Duh, Ternyata Gaji Lebih Tinggi Bisa Membuat Orang Lebih Stres. (Foto: Shutterstock)
Dream – Sahabat Dream, tampaknya kita perlu mengubah pandangan soal gaji tinggi. Ternyata, gaji tinggi belum tentu bikin nyaman bekerja, malah jadi makin stres.
Dikutip dari CNBC, Jumat 20 April 2018, LinkedIn menjalankan survei melibatkan 1.000 responden yang merupakan penggunanya. Para responden kebanyakan adalah karyawan dengan domisili kerja di Amerika Serikat.
Hasil survei itu menunjukkan karyawan berpenghasilan US$51 ribu-US$75 ribu (setara Rp70 juta-Rp1 miliar) per tahun merasa sedikit stres. Sebaliknya, orang-orang berpenghasilan di atas US$200 ribu (setara Rp2 miliar) per tahun merasa tertekan dalam bekerja.
Jejaring sosial profesional ini juga menemukan orang-orang yang bergaji di atas US$250 ribu (setara Rp3 miliar) per tahun tak bisa mendapat kepuasan berkerja. Kondisi ini juga dialami oleh karyawan berpenghasilan US$75 ribu-US$100 ribu (setara Rp1,30 miliar-Rp1,38 miliar).
LinkedIn juga mencatat karyawan pria dan wanita memiliki kesamaan level stres dan kepuasan kerja. Selain itu, platform tersebut juga mendapat temuan generasi kekinian sedikit stres dan sedikit puas dengan pekerjaan.
Sementara, 78 persen responden dari generasi baby boomers, yaitu karyawan di atas 53 tahun merasa puas dengan pekerjaan mereka.
Temuan ini mungkin sama dengan ungkapan dari para jutawan yang mengatakan menghasilkan banyak uang tak melulu bisa menjamin kehidupan lebih bahagia dan tak ada tekanan di dunia kerja.
Seorang pengusaha yang ogah disebutkan namanya mengatakan uang bisa membuat seseorang menjadi tamak dan gila. “ Saya tidak dikecualikan (dalam hal ini),” kata dia yang berpenghasilan US$1 juta (Rp13,78 miliar) per tahun kepada The Cut.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya