7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Dua Indeks Syariah Kompak Menguat Hari Ini.
Dream - Indeks syariah sedikit lebih perkasa di perdagangan harian Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis, 19 April 2018. Meski terkulai lemas di awal pembukaan, dua indeks acuan saham syariah tancap gas di sesi kedua perdagangan.
Sentimen positif dari hasil pertemuan Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia serta laporan keuangan emiten kuartal I-2018 membuat investor yakin melantai di bursa saham.
Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) menutup perdagangan dengan menanjak 1,468 poin (0,78%) ke level 189,152. Indeks bergerak naik turun setelah dibuka melemah di level 187,605.
Saham-saham bluechips syariah yang jadi sasaran pelaku pasar membuat indeks Jakarta Islamic Index (JII) menguat lebih tinggi. Naik 7,602 poin (1,04%), indeks JII ditutup di level 737,082.
Transaksi perdagangan saham syariah juga mencatat kenaikan signifikan. Hingga sesi paska-penutupan perdagangan, ISSI mencatat 57,98 miliar saham syariah berpindah pemilik dengan nilai transksi menjadi Rp3,96 triliun. Sebanyak 22 emiten bluechips syariah ditutup menguat.
Sebagian besar indeks sektoral ditutup menguat dengan saham-saham buruan terbesar ada di industri aneka, pertambangan, dan industri dasar. Ketiga indeks sektoral ini menanjak 2,15 persen, 1,98 persen, dam 1,53 persen.
Hanya sektor keuangan yang melemah 0,02 persen namun tak berpengaruh signifikan terhadap laju indeks saham syariah.
Emiten bluechip syariah pencetak top gainer adalah UNVR yang harga sahamnya naik Rp525, LPPF Rp425, INCO Rp420, ASII Rp175, dan BRPT Rp120.
Sebaliknya, dari yang menjadi top loser adalah UNTR yang harganya terkoreksi Rp575, PTBA Rp200, EXCL Rp10, CTRA Rp5, dan MYRX Rp1.
Dari pasar uang, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS menguat 42 poin (0,30%) ke level Rp13.724 per dolar AS.
(Sah)
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?