Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dua Indeks Syariah Kompak Menguat.
Dream - Indeks syariah kembali melanjutkan laju penguatannya pada penutupan perdagangan harian Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu 18 April 2018. Sama seperti kemarin, aksi beli di menit-menit akhir perdagangan menyelamatkan laju kedua indeks tersebut.
Sentimen laju bursa saham utama Asia menjadi katalis positif bagi pelaku pasar untuk kembali melantai di pasar modal Indonesia.
Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI), pada perdagangan akhir pekan ini naik tipis 0,115 poin (0,06%) ke level 187,684. Setelah dibuka menguat ke level 187,853, ISSI sempat merosot ke zona merah dan jatuh ke posisi terenda 187,224.
Adanya aksi beli jelang peputupan perdagangan berhasil mendorong ISSI kembali ke jalur positif.
Nasib lebih baik dialami indeks keping biru syariah. Jakarta Islamic Index (JII) sempat bergerak di dua zona jelang penutupan perdagangan. Tepat pukul 16.00 WIB, indeks JII menutup perdagangan dengan menguat tipis 1,451 poin (0,2%) ke level 729,480.
Transaksi perdagangan sedikit berkurang dari sisi volume dengan 43,97 miliar saham yang berpindah tangan. Namun aksi beli investor pada bluechips syariah mendorong transaksi perdagangan saham syariah justru menguat menjadi Rp3,49 triliun.
Pemodal asing kembali mengerem aksi jual saham syariahnya. Di jajaran saham ISSI, asing masih mencetak nett sell namun berkurang signifikan menjadi Rp37 miliar.
Sebagian besar indeks sektoral juga bergerak menguat. Emiten di sektor industri dasar menjadi motor utama perdagangan dengan melesat 1,88 persen. Disusul sektor keuangan 0,91 persen dan manufaktur 0,61 persen.
Indeks industri aneka terkoreksi 1,03 persen dan pertanian 0,55 persen.
Emiten keping biru syariah yang menjadi top gainer kali ini adalah UNTR yang harga sahamnya naik sebesar Rp300, AKRA Rp150, TPIA Rp125, UNVR Rp125, dan INCO Rp120.
Sebaliknya, yang mencetak top loser kali ini adalah ASII Rp100, EXCL Rp100, ICBP Rp100, SMGR Rp75, INDF Rp50.
Dari pasar uang, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS menguat tipis sebesar 2 poin (0,01%) ke level Rp13.764 per dolar AS.
(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya